Leonews.co.id – Karangan bunga sebagai ucapan duka kepada keluarga Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, berjajar rapat tanpa celah, di luar pagar sepanjang Rumah Dinas, di Cicendo, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Sementara standing foto termasuk sejumlah tiang listrik dan tiang telepon berisi gambar Emmeril Kahn Mumtadz (Eril) saat masih hidup berukuran separuh badan juga berjajar rapih di sisi kiri-kanan sepanjang jalan menuju rumah duka.
Ratusan tamu dari berbagai kalangan masuk dan keluar bergantian ke areal rumah dinas tak henti-henti, sejak kabar penemuan Eril, Kamis 9 Juni 2022 lalu. Ucapan Allhamdulillah, menyampaikan rasa syukur kepada sang khalik atas penemuan jasad Eril, hampir terdengar di setiap papas-an masing-masing orang di dekat lokasi.
Yach… ini adalah respon empati dari warga Jawa Barat atas musibh yang dialami oleh Eril yang dikenal baik itu serta keluarga yang ditinggalkan. “Hidup adalah perjalanan. Sedangkan dunia adalah persinggahan. Sementara kematian adalah hak setiap orang dan kita semua akan mengalaminya. Soal tempat dan waktu merupakan rahasia sang pencipta,” tulis Ridwan Kamil, dalam akun instagramnya.
Menurut Kang Emil, demikian sapan akrabnya, seluruh keluarga sudah mengiklaskan kepergian Eril, yang dijemput oleh yang Maha Kuasa. “Kami sudah iklas” tulis Riduan Kamil.
Eril ditemukan, Kepolisian Kota Bern, Swiss, setelah dua pekan hanyut dan tenggelam di di sungai Aare. Saat ditemukan, Jasad Eril dalam keadaan utuh.
“Alhamdulillah, tata cara pelaksanaan secara syariat Islam dilakukan oleh Kang Emil dan juga ulama setempat, serta petugas yang beragama Islam,” kata adik Ridwan Kamil, Elpi Nazmuzaman, dalam keterangan tertulisnya, yang dilansir oleh banyak media massa di Indonesia, Jumat 10 Juni 2022.
Elpi juga mengusap dan memeluk tubuh Eril lalu mengumandangkan azan untuk Eril. Sementara Riduan Kamil, yang berniat ikut mengazankan jenazah, terlebih dulu meminta izin kepada ulama setempat yang berada di di sekitar jenazah. Apakah dia juga boleh melakukan azan untuk Eril dan dijawab boleh.
Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan Menteri Luar Negeri, membantu proses pemulangan jenazah Eril, secara maksimal.
“Innalilahi wa innailahi rajiun. Sebagai orang tua, saya tidak dapat membayangkan betapa berat perasaan dan beban yang harus dipikul Bapak Ridwan Kamil dan Ibu Atalia menghadapi peristiwa ini. Namun, saya melihat ketabahan dan ketegaran pak Emil dan Ibu Atalia dalam menghadapi musibah dan ini jadi teladan bagi kita semua. Sekali lagi saya menyampaikan turut berbelasungkawa. Semoga semua keluarga yang ditinggalakan diberikan ketabahan dan keikhlasan dalam menghadapi musibah ini. Semuanya milik Allah SWT dan hanya kepadaNya kita akan kembali, ” kata Jokowi dikutip dari instagram pribadinya, Sabtu, 6 Juni 2022.
Seperti diketahui sebelumnya, jasad Emmeril Kahn Mumtadz berhasil ditemukan pada Rabu 8 Juni 2022 pukul 06.50 waktu Swiss atau pukul 11.50 WIB oleh kepolisian setempat, setelah hilang di Sungai Aare, Kota Bern, Swiss dua pekan lalu pada 26 Mei 2022.
Baca Juga : KH Dimyati Rois Berpulang, Indonesia Berduka
https://leonews.co.id/berita-pilihan/24813/kh-dimyati-rois-berpulang-indonesia-berduka/
Pencarian secara terpadu sejak dinyatakan hilang oleh petugas kepolisian di Kota Bern, akhirnya berhasil ditemukan sudah dalam keadaan tak bernyawa. Eril ditemukan tersangkut di jeruji bendungan di hilir sungai beberapa kilo meter dari pusat lokasi awal Eril dinyatakan menghilang.
Pada saat kejadian awal, satu adik dan ibu kandung Eril menyaksikannya terseret arus sungai cairan salju itu dan langsung tenggelam. Eril diduga mengalami kram saat berenang karena sebenarnya Eril, pandai berenang dan memiliki sertifikat menyelam.
Saat perristiwa terjadi, dikabarkan Eril sempat berteriak meminta tolong. Sejak musibah itu, pihak kepolisian setempat mengerahkan polisi darat dan air, serta menggunakan drone yang terbang rendah menyusuri sungai.melakukan pencarian.
Pencarian lalu dihentikan karena waktu sudah sore dan cuaca juga tidak memungkinkan untuk dilanjutkan. Pencarian dilakukan selanjutnya pada hari berikutnya, hingga akhirnya ditemukan.
Editor : Wisnu Bangun
Dikutip dari berbagai sumber
.

