leonews.co.id
Berita Pilihan Headline

HPN 2026 : Tim Ekspedisi Budaya dan Sejarah SMSI Tinjau Program Bang Andra di Kabupaten Lebak dan Pandeglang

Share this article

BANTEN (leonews.co.id) – Tim ekspedisi Budaya dan Sejarah SMSI melakukan peninjauan pembangunan jalan poros desa program Bang Andra di Kabupaten Lebak dan Pandeglang,  Jumat 5 Februari 2026.

Ekspedisi ini merupakan rangkaian dari kegiatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026  di Provinsi Baten yag dipercaya sebagai tuan rumah.

Di Kabupaten Lebak tim ini melakukan peninjauan program Bang Andra, yakni mengenai betonisasi  sepanjangan tiga kilometer yang menghubungkan tiga desa, masing-masing Desa Gerewel, Lebak Buah dan Kandeglang  di Kabupaten Lebak.

Kepala Desa (Kades) Gerewel Ahmad Jaeni, mewakili warga da Kepala desa lain mengaku sangat berterimakasih kepada Gubernur Baten Adra Soni yang telah membangun jalan di wilayahnya melalui program Bagun jalan Desa Sejahtera (Bang Andra).

Dia menyebutkan, sebelumnya selama puluhan tahun jalan yang menghubungkan tiga desa tersebut,  hanya bisa dilalui oleh pejalan kaki dan sepeda motor.

“Itupun dalam keadaan rusak parah tanpa lapisan aspal,” tuturnya.

Jalan desa yang dibangun degan betonisasi melalu program Bang Adra tersebut, panjangnya sekitar tiga kilometer dengan lebar 4 meter.

Sementara jumlah penduduk di tiga desa yang sudah terhubung melalui akses jalan poros desa itu berjumlah 8000an jiwa, atau sekitar 3500 Kepala Keluarga (KK).

Menurutnya dengan dibangunya akses jalan tersebut,  aktivitas  warga menuju layanan kesehatan ke Puskesmas, sekolah dan lai-lain semakin baik.

Tidak hanya itu, Ahmad Jaeni juga mengakui banyak hal yang menjadi mudah akibat pembagunan jala tersebut.

Selai itu dia juga berharap, agar pemeritah provinsi maupun kabupaten dapat membangun jembatan penghubung yang permanen bagi dua desa itu.

“Saat ini jembatan penghubung yang sudah ada  hanya jembatan gantung,” katanya.

Jembatan gantung tersebut, membentang di Kali Ciujung dengan panjang sekitar 80 meter, lebar dua meter  dengan bahan kayu.

“Jembatan tersebut hanya bisa digunakan untuk pejala kaki dan sepeda motor. Mobil gak bisa lewat,” tuturnya.

Sementara itu, tim ekspedisi budaya da pembagunan SMSI juga berhasil mengunjungi Kelurahan Kadomas, Kecamatan Kadomas di  Kabupaten Padeglang.

Di Di wilayah ini tim berhasil menemui Kepala Kelurahan Kadomas, Emil Salim.

Emil juga mengaku sagat berterimakasih atas pebagunan betonisasi yag dilakukan di wilayahya melalui program Bang Andra.

Betonisasi sepanjang tiga kilometer dan lebar empat meter serta tebal 50 centi meter tersebut,  menghubungkan Kelurahan Kadomas dan Babakan Karang.

“Tadinya seperti mimpi, kokjada pembangunan jalan di wilayahnya. Karena sudah lebih dari 25 tahun kondisi jalan  rusak tersebut dirasakan warga seperti biasa saja da tak pernah terbayang akan ada perbaikan,” kata Emil.

Selain berterimakasih atas pembangunan jalan, Muslim juga meminta agar pemerintah daerah kabupaten Pandeglang maupun pemerintah provinsi dapat megusulkan kepada Pemerintah Pusat agar  mengaktifkan kembali jalur transportasi kereta api yang pernah ada sebelumnya.

Sebelumnya jalur Kereta Api (KA) Pandeglang-Jakarta sudah pernah ada. Bekas itu masih tertinggal berupa stasiun  dan rel KA yang masih melintang di wilayah Kadomas yang telah mengalami kerukan di sana-sini.

Operasional transportasi kereta api jalur Pandeglang khususnya lintas Rangkasbitung-Labuan diberhentikan secara resmi pada tahun 1984.

Layanan kereta api di jalur ini mulai tidak aktif sejak tahun 1982 setelah beroperasi selama 76 tahun  sejak 18 Juni 1906.

Pihak pengelola Kereta Api mengaku, penutupan dilakukan karena kalah bersaing dengan moda angkutan darat lainnya.

Namun diperoleh kabar bahwa Pemerintah sedang merencanakan pengaktifan kembali jalur KA Rangkasbitung-Pandeglang-Labuan pada tahun 2029. (WSN)


Share this article

Related posts