leonews.co.id
Berita Pilihan

Soal Pengunduran Diri 20 Pejabat Dinkes Banten : Masih Banyak Yang Lebih Berkualitas

Gambar ilustrasi (Istimewa)
Share this article

SERANG (leonews.co.id) – Sejumlah masyarakat di Banten, memandang sinis terhadap keputusan 20 pejabat eselon 3 dan 4 Dinas Kesehatan setempat yang mengundurkan diri dari tugasnya beberapa hari lalu. Sebagian ada yang memandang keputusan mereka berlebihan bahkan melakukan tindakan sombong  dan merasa paling dibutuhkan karena tak  ada yang lebih baik darinya.

Hal tersebut tergambar, dari banyaknya komentar di berbagai media social setelah keputus pengunduran diri mereka tersiar beberapa menit di banyak media massa. “Emangnya gak ada orang lain di Banten yang lebih bagus apa,” kata Ilaika, salah seorang warganet di akun face book.

Komentar lainnya  menyebutkan,  bahwa keputusan pengunduran diri dari tugas dengan alas-an solidaritas kepada teman yang ditangkap kejaksaan karena diduga melakukan  korupsi patut dipertanyakan. “Untuk itu aparat terkait,  perlu mengusut indikasi keterlibatan mereka dengan tersangka korupsi dan bukan sekedar   tentang pengunduran dirinya,”  kata Racmadi di akun komentar face book.

Di tempat berbeda Jesica Santoso mengatakan, masih banyak orang yang “lebih”  Berkualitas dari mereka,  namun belum dapat kesempatan untuk berada di posisi seperti mereka. “ Tengok saja, puluhan ribu tenaga honorer dengan penghasilan alakadar setiap bulan  dan juga tanpa tunjangan dan fasilitas kendaraan dinas –namun tetap bekerja dengan sungguh-sunguh,”  tegasnya.

Menurut Jesica, keputusan Gubernur Banten Wahidin Halim, untuk memberikan sanksi kepada 20 orang pejabat yang mengundurkan diri tersebut sudah sangat tepat. “Saya menyarankan kepada Bapak Gubernur, agar menekankan kepada tim pemeriksa untuk mendalami kasus yang memalukan ini kepada keterlibatannya dengan korupsi yang sedang ditangani  kejaksaan,” tuturnya.

Seperti diketahui sebelumnya, sebanyak 20 orang pejabat eselon III dan IV Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten, mengajukan pengunduran diri dari tugasnya. Surat pengunduran diri yang ditujukan kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Banten tertanggal 26 Mei 2021.

Dalam surat yang ditandatangani masing-masing di atas matrey Rp 10 ribu tersebut, sebagai bentuk protes terhadap pimpinan. Disebutkan dalam surat itu, mereka merasa kecewa karena sudah bekerja maksimal namun tak ada pembelaan dari pimpinan.

Selain kepada Gubernur Banten Wahidin Halim dan Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy, surat juga diteruskan kepada Ketua DPRD Banten, Sekda, Inspektorat, Kadinkes dan Kepala BKD Banten.

Atas keputusan pengundiri itu, Gubernur Banten Wahidin Halimsecara membentuk tim pemeriksa yang diketuai oleh Sekda. “Saya menekankan kepada tim, agar membuat sanksi nonjob hingga pemecatan kepada yang bersangkutan,” tegasnya.

Menurut Wahidin, 20 orang yang mengundurkan diri tersebut, ibarat TNI desersi yang melarikan diri dalam peperangan. “Saat ini pemerintah bersama masyarakat sedang berupaya memerangi covid 19. Eh.. malah mereka mengundurkan diri dari tugas sebagai karyawan Dinas Kesehatan,”  kata Wahidin lagi.

Sebelumnya pihak Kejaksaan Tinggi Banten, telah menangkap salah seorang pejabat Dinas Kesehatan Banten, karena diduga melakukan korupsi 15.000 pcs pengadaan masker. Akibatnya Negara dirugikan hingga Rp1,68 miliar dari total anggaran Rp3,3 miliar. (Red 01)

 

 

 

 

 

 


Share this article

Related posts