BANTEN (leonews.co.id) – Seorang pengusaha perempuan berstatus janda, memiliki satu anak yang juga perempuan menjadi salah satu korban dari banyak peristiwa “Love Scam”.
Love scam adalah penipuan yang dilakukan dengan modus berpura-pura menjalin hubungan asmara secara daring, untuk mendapatkan uang atau keuntungan finansial dari korban.
Modus kejahatan ini, pelaku selalu menggunakan identitas palsu, lalu membangun kepercayaan melalui perhatian intens terhadap korbannya.
Setelah dianggap cukup akrab dengan korban, kemudian pelaku membuat skenario darurat yaitu dengan pura-pura terdesak dan meminta bantuan uang.
Dalam banyak kasus love scam, perkenalan antara pelaku dan korban dilakukan melalui internet.
Umumnya bentuk kejahatan jenis ini, dilakukan melalui media social tanpa sama sekali melakukan pertemuan secara langsung diantara keduanya.
Dari sejumlah pengaduan yang sampai ke tangan penegak hukum, bahwa love scam dapat di sejajarkan dengan kejahatan international karena didominasi oleh dua pihak dari negara berbeda.
Kendati demikian sejumlah kasus dengan persentasi sangat kecl, bahwa Love scam pernah terjadi secara langsung atau bukan perkenalan melalui media social antara keduanya.
Untuk kasus Love scam yang diawali dengan perkenalan secara langsung antara korban dan pelaku, beberapa diantaranya dimulai dari lobby hotel, ruang tunggu bandara dan tempat-tempat perbelanjaan serta di lobby apartemen.
Setelah saling kenal, biasanya pelaku akan lebih agresif mengajak komunikasi dengan korban.
Melalui komunikasi itu, biasanya pelaku akan memberikan perhatian lebih pada korbannya.
Hal ini sebagai bentuk perhatian yang serius. Umpamanya menanyakan tentang sudah makan belum, apakah sudah sholat, atau apakah hari ini lebih baik dari kemarin dan seterusnya.
Kendati demikian, selama menjalin komunikasi, biasanya pelaku akan selalu meminta agar korban tak menceritakan prihal hubungan tersebut kepada pihak lain atau pihak ketiga.
Setelah dianggap cukup akrab dengan korban, kemudian pelaku membuat skenario darurat yaitu dengan pura-pura terdesak dan meminta bantuan uang secara berulang.
Korban love Scam ini, baru menyadari bahwa dirinya tertipu setelah merasa tak sanggup lagi memenuhi berbagai permintaan, dan pelaku tak bisa lagi dihubungi.
Kasus Love Scam antara dua insan yang bertemu secara langsung, dan menjalin komunikasi secara intens, bahkan sempat tidur bersama berkali-kali pernah diungkap oleh Grace Tahir melalui kanal youtube Everest Media.
Grace mewawancarai secara runtun salah seorang perempuan korban cinta palsu ini, bahkan mengorek setiap detil peristiwanya.
Dalam wawancara dengan perempuan yang mengaku ditinggal mati suaminya 12 tahun lalu itu, Grace menyamarkan namanya dengan panggilan WS.
Video wawancara itu sudah ditonton sebanyak 474 ribu kali dan berhasil menyedot 433 ribu subcreber sejak ditayangkan hingga berita ini ditulis Sabtu 16 Oktober 2025.
Kanal You Tube milik Grace, juga menulis pesan : Mohon bantuan bila melihat Heric S. Mb*ya segera hubungi korban di +62 882-0227-26225 untuk mendukung kinerja kepolisian.
Kisahnya bermula saat WS datang dari Surabaya ke Jakarta bersama seorang adik perempuannya untuk menonton konser penyanyi Amerika, Bruno Mars.
Pagelaran penyanyi lagu “That’s What I Like” tersebut, dilakukan di Jakarta International Stadium (JIS) pada Jumat-Sabtu, 13-14 September 2024 tahun lalu.
“Karena hari kedatangan saya ke Jakarta saat itu Rabu, dan bukan hari libur, saya pikir tentu kamar hotel terdekat dengan lokasi pertunjukan tidak terlalu penuh,” tutur WS, memulai cerita.
Namun faktanya lanjut WS, semua kamar hotel terdekat sudah full.
Singkat cerita akhirnya diputuskan untuk menyewa apartemen yang terdekat dengan lokasi acara.
“Saat itu saya berdua dengan adik, akhirnya berhasil menemukan apartemen yang lokasinya hanya beberapa menit menuju lokasi acara,” tutur WS.
Selesai menyaksikan pertunjukan malam itu, pada keesokan harinya atau masih cukup pagi sehabis melakukan treat milk.
Saat sedang duduk-duduk di lobby apartemen, sambil menonton rekaman konser malam tadi di hand pone (HP), tiba-tiba ada suara pria bertanya.
“Ini charger siapa,” kata pria tersebut dalam Bahasa Inggeris sambil menunjuk charger yang tergeletak di dekat colokan listrik dekat WS duduk.
“Saya hanya menggeleng, sebagai jawaban bahwa saya tidak tahu tentang charger yang ditanyakannya itu. Standar saja, tanpa terlalu memberikan atensi,” tutur WS.
Walaupun sudah dijawab datar bahkan terkesan cuek, tapi pria berbadan tinggi besar dan memiliki warna kulit hitam pekat tersebut, tetap melanjutkan pembicaraan sambil memperkenalkan diri.
“Nama saya William, dari UNICEP,” kata pria itu memperkenalkan diri sambil bertanya apakah kamu tahu tentang UNICEP.
“Ya saya tahu,” jawab WS singkat.
Setelah menjawab pertanyaan, WS kembali melanjutkan menonton rekaman video di HPnya.
Namun pria tersebut terus berbicara, dan mencoba menguasai peluang komunikasi yang dibuka oleh WS tersebut.
Pria itu mengaku baru sebulan dari perancis dan bekerja di Indonesia.
“Sepertinya saya akan kembali. Saya akan keliling Indonesia tapi saya tidak punya teman di Indonesia,” katanya.
Dia juga mengaku bahwa suka travelling, dan bertemu dengan banyak orang baik.
“I have your number,” pria itu bertaya.
“Saya nggak langsung juga kasih nomor. Saya bilang instagram saja. Kamu bisa DM saya nanti,” namun dijawab tak memiliki Instagram.
Dia juga bertanya tentang Bali bagus, dan dijawab WS “ Ya gitu lah. Standar banget lah orang Indonesia, sopan saja,” tutur WS.
Mengaku tidak punya Instagram sebenarnya itu sudah worning. Mana ada sih hari gini orang nggak punya Instagram.
“Tapi kan saya lagi berpikir positif dan apalagi apartemen tersebut, merupakan tempat yang repsentatif gitu. Akhirnya saya memberikan nomor saya,” kata WS.
Setelah itu WS mengaku kembali ke kamarnya meninggalkan pria itu. Hari berikutnya, semuanya berlangsung normal sampai dia kembali ke Surabaya.
Selama di Surabaya, WS melakukan aktifitas seperti biasa tanpa memikirkan sipria itu.
Namun di sisi lain pria tersebut justru melakukan perhatian yang sangat tinggi melalui pesan Whats App (WA).
Umpamanya mengucapkan selamat pagi, siang, sore, dan malam, inilah itulah.
“Pada suatu hari ada salah satu moment, saya izin telepon dia, kebetulan anak saya juga pas saat itu sedang ada study tour sama sekolahannya keluar,” tutur WS.
Selain itu WS juga mengaku pernah ditelpon secara langsung oleh pria tersebut. Dia bercerita bahwa istrinya sudah meninggal dunia pada 2013 atau 2014 dalam sebuah peristiwa kecelakaan pesawat domestic.
“Saya cek di internet memang betul peristiwa kecelakaan pesawat itu memang ada. Terus dia mengaku punya anak namanya Natamil dijaga oleh bibinya dan lain-lain,” tutur WS.
Dalam ceritanya pria itu mengaku pernah punya restoran di paris.
Namun tutup saat pandemi melanda wilayah itu.
Kemudian salah seorang pelanggannya menawarkan untuk bekerja di Indonesia dan ditempatkanlah di cabang UNICEF di Jakarta.
Dia mengatakan bahwa bekerja itu berat, padahal dia lebih suka bisnis.
“Ya saat itu saya normal aja, memberikan motivasi untuk menanggapi berbagai ceritanya. Tapi dia itu memang aktor hebat,” jelas WS kepada Grace.
Satu minggu atau 6 Oktober 2024 setelah bertemu di Jakarta, dan sudah berkomunikasi secara baik melalu hand pone, pria itu terbang ke Surabaya untuk bertemu lagi.
“Saya menjemputnya di Bandara, lalu mengajaknya ke salah satu tempat makan buah yang cukup ternama di Surabaya. Dan saya membayar makanan itu,” tutur WS.
Hal itu disebutkan WS sebagai rasa hormat kepada seorang teman baru.
Setelah beberapa jam kemudian, WS mengantarkan pria itu ke air port untuk kembali lagi ke Jakarta.
“Begitu tiba di bandara dan turun dari mobil, saya dipeluk. Dia bilang I love you. Namun saya tetap acuh dan memberikan jawaban seperti menolak hal itu,” tutur WS menceritakan.
Sepuluh hari setelah pertemuan di Surabaya itu, WS mengaku ada pergi ke Jakarta selama empat hari untuk suatu urusan.
Kendati kedatangan ke Jakarta diakui WS tidak dikhususkan untuk bertemu pria tersebut, namun faktanya selama di Jakarta WS mengaku selalu bertemu dengan pria tersebut.
(Tidak diceritakan apakah selama di Jakarta, WS dan pria kulit hitam itu juga selalu bersama di hotel).
Disebutkannya bahwa pria tersebut selalu mengaku tidak punya uang.
WS mengakui, karena seringnya melakukan komunikasi rasa sayag itu mulai muncul.
Bahkan perasaan yang tadinya biasa saja akhirnya timbul rasa cinta.
Pernah pada suatu ketika ada moment tiba-tiba nomor telpon pria itu, tak bisa dihubungi selama dua hari.
Sebelumnya dia sempat bercerita bahwa sudah dipecat karena pergi ke Surabaya tanpa seizin kantor tempatnya bekerja.
“Saya khawatir dan saya pikir dia bunuh diri, atau gimana. Namun dia kembali menghubungi saya dengan nomor berbeda yang diakuinya menggunakan hand pone orang lain,” kata WS.
Saat itu dia minta dikirim uang, untuk memperbaiki hand ponenya yang rusak.
“Selanjutnya uang yang diminta, saya kirim melalui nomor rekening atas nama Edy orang Indonesia yang disebutnya sebagai teman baru,” kata WS.
Pria yang mengaku bernama Williams ini disebut WS, sungguh sangat pandai mengendalikan perasaan yang berkecamuk pada pasangannya.
“Saat itu hari sudah malam dan saya sudah ngantuk berat. Tapi dia tetap mengajak ke Jakarta untuk suatu urusan yang katanya tak boleh ditunda,” tutur WS.
Kami ke Jakarta melalui perjalanan darat menggunakan mobil pribadi. “Ini pengalaman pertama saya naik mobil ke Jakarta bawa mobil pribadi,” kata WS.
“Saya baru saja menjual rumah saya di luar kota. Uangnya saya bawa semua dan simpan di bagasi mobil sebanyak Rp 2 miliar lebih. Kami beristirahat di rest area di dalam mobil. Saya tidur, dia juga tidur sambil memegang tangan saya,” WS menceritakan.
Setelah itu perjalanan dilanjutkan ke Jakarta. Di depan kantor UNICEF di Jakarta, tiba-tiba satu mobil menghalangi dan seorang laki-laki menodongkan pistol persis ke kepala William.
“Williams kemudian di seret masuk ke dalam mobil yang sebelumnya menghalangi tersebut, dan saya mengejar mereka. Saat bersamaan ada orang lain berlari ke mobil saya lalu membuka bagasi mobil dan mengambil koper berisi uang hasil penjualan rumah dan kabur menggunakan kendaraan lain. Hahh… uang saya?,” tutur WS sambil mengusap air mata dengan tisu yang disediakan oleh Grace.
Saat WS sedang panik, mobil yang menghalangi tadi juga pergi bersama Willliam yang diduga pura-pura ditodong. Kasus ini sudah dilaporkan ke polisi terdekat dengan lokasi peristiwa.
“Polisi bilang ibu terkena love scam,” tutur WS mengakhiri ceritanya kepada Grace Tahir. (Wisn/Red 01)

