Leonews.co.id – Sedikitnya 130 pengusaha media online yang tergabung dalam Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Banten, akan didorong untuk membuka rekening perusahaannya di Bank Banten. Hal ini dilakukan setelah pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten, mengembalikan Rekening Kas Umum Daerah (RKUD)nya ke Bank Daerah tersebut, beberapa hari sebelum nya.
Ketua SMSI Provinsi Banten, Lesman Bangun, mengatakan, akan berupaya untuk mengajak seluruh anggotanya agar membuka rekening perusahaan di Bank Banten. “Tidak hanya rekening perusahaan, tapi juga rekening pribadi karyawan di media online masing-masing,” tuturnya, dihubungi, Rabu 25 Mei 2022.
Menurut Lesman, sebagai pengusaha yang berdomisili dan melakukan kegiatan usaha di Banten, tentu harus memiliki semangat membangun daerah. “Salah satunya yakni ikut mendukung program Bank Daerah, yang dimiliki oleh Pemprov Banten,” katanya.
Upaya yang dilakukan dalam mendorong rekan- rekannya untuk membuat rekening di Bank Banten, yakni dengan cara memberikan info kepada setiap anggota dalam berbagai rapat-rapat resmi organisasi, termasuk dalam setiap pertemuan tidak resmi dengan rekan pengusaha media online. Lesman juga menyampaikan, akan mengajak setiap anggotanya, agar mengikut sertakan para kayawannya untuk membuka rekening di Bank Banten, selain rekening perusahaan yang sudah ada di Bank lain.
Menurutnya, sampai saat ini SMSI Provinsi Banten, memiliki jumlah anggota sebanyak 134 pengusaha media online yang tersebar di delapan Kabupaten/Kota. “Itu belum termasuk karyawan yang ada di dalamnya. Jadi kalau saja masing-masing perusahaan memiliki karyawan lima orang maka yang akan masuk rekening Bank Banten, jumlahnya bisa menjcapai 600anorang atau rekening,” tuturnya.
Sebelumnya, Pejabat Gubernur Banten, Al Muktabar, juga mendorong Bupati dan Walikota, agar memindahkan RKUDnya ke Bank Banten. “Dukungan itu perlu dilakukan dalam upaya memberikan support terhadap Bank Pembangunan Daerah (BPD) yang dimiliki bersama,” tutur Al, di tempat berbeda.
Baca Juga : Bank Banten Belum Dipercaya Bupati Walikota
Menurutnya, para bupati dan walikota di delapan wilayah se Provinsi Banten dengan segala kewenangan yang dimiliki dapat ikut membesarkan Bank daerah tersebut, “Saya berharap, para bupati dan walikota, bisa menjadi bagian dari instrumen pembangunan Bank Banten di daerahnya masing-masing,” tuturnya.
Muktabar meyebutkan, jika Bank Banten sudah menjadi RKUD seluruh Kabupaten dan Kota, termasuk juga Pemprov Banten yang saat ini sudah menggunakan Bank Banten sebagai bank RKUD, potensi pengelolaan keuangannya cukup besar.
“Ada sekitar Rp50 triliun dana yang akan dikelola oleh Bank Banten. Sehingga dari besaran dana yang dikelola itu, bisa menjadikan Bank Banten sebagai tuan rumah di rumahnya sendiri,” ujarnya.
Sementara itu pantauan selama beberapa hari terakhir, menyaksikan karyawan Bank Banten di berbagai kantor cabang dan pembantu mulai sibuk. Nomor kartu antrean pada bulan sebelumnya biasanya nyaris tak pernah digunakan karena sepi, kini terlihat mulai digunakan hingga nomor 20an ke atas. Di kantor Bank Banten, Cabang Pembantu Palima, terlihat sejumlah orang yang memegang nomor antrean, mengaku sedang mengurus pembuatan rekening baru dan juga melakukan transaksi keuangan antar bank.
Ramai-ramai membuat rekening tersebut, menandai kepercayaan masyarakat terhadap Bank Banten mulai pulih. “Untuk membuat rekening perusahaan minimal calon nasabah menyetorkan dana tunai sebesar satu juta rupiah,” kata Vira, salah seorang staf Bank Banten Cabang Pallima, Kota Serang, Rabu 25 Mei 2022.
Editor : Wisnu Bangun

