leonews.co.id
Berita Pilihan Headline

Tokoh Guru Honorer Kota Tangerang, Peroleh Penghargaan

Share this article

LEONEWS.CO.ID – Dua tokoh guru honorer di Kota Tangerang, masing-masing H. Ahmad Jazuli Abdillah danEni Handayani, mendapat penghargaan (award) dalam rangka Hardiknas 2022. Pemberian penghargaan dilakukan oleh forum silaturahmi guru honorer di salah satu rumah makan di Kota Tangerang 6 Apr.2922.

Keduanya dinilai berjasa dalam membela dan memperjuangkan “nasib”, baik status maupun kesejahteraan guru honorer, terutama di Kota Tangerang.

Pemberian penghargaan juga dilakukan dalam rangka silaturahmi antar guru honorer yang sebagian telah diangkat sebagai PNS.

Ahmad Jazuli Abdillah salah seorang anggota DPRD Provinsi Banten dari fraksi demokrat. Upaya yang diperjuangkan olehnya antara lain memfasilitasi para guru honorer di Kota Tangerang mengikuti try out dan pelatihan ujian seleksi PPPK.

Selai itu Jazuli, dinilai telah memfasilitasi menyediakan trainer dan pelatih terbaik agar para guru mampu menghadapi ujian seleksi PPPK. Hampir 400 orang lebih guru yang ikut kegiatan tersebut. 90 persen peserta lulus seleksi PPPK.

Tidak hanya itu Jajuli ikut mendampingi para tenaga honorer memperjuangkan aspirasi ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara (KemenPANRB), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Komisi II dan Komisi X DPR RI.

Perhatiannya juga pada urusan diluar pendidikan, seperti membantu para honorer mendapatkan bantuan sosial (Bansos), pelayanan kesehatan dan lainnya.

Sementara Eni Handayani, dinilai sebagai sosok guru teladan yang banyak memiliki prestasi baik di daerah maupun tingkat nasional. Eni sering digunakan sebagai narasumber bagi guru honorer agar meningkatkan kompetensi SDM dan wawasan agar bisa lulus dalam tahapan seleksi ASN PPPK yang sangat ketat.

Hadir dalam penyerahan penghargaan tersebut, Ketua Forum Guru Banten (FGB), Mayda Purnama, ST. beserta para pengurus lainnya.

Dalam sambutannya Mayda, mengatakan sangat mengapresiasi penghargaan yang diberikan kepada keduanya. ” Untuk pak Jajuli, Ini contoh sinergi komunikasi yang positif antara legislatif dengan pihak pendidik (guru),” katanya.

Editor : Wisnu Bangun.

 


Share this article

Related posts