KOTA TANGERANG (leonews.co.id) – Sebanyak 29.611 keluarga penerima manfaat (KPM) sudah menerima bantuan dari Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tangerang, Provinsi Banten.
Penyaluran bantuan sosial (bansos) itu dilakukan melalui PT Pos di setiap wilayah, dalam program keluarga harapan (PKH) triwulan satu 2025.
Demikian dikatakan Kepala Dinsos Kota Tangerang Mulyani, Rabu 26 Februari 2025 . “Hal ini merupakan upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat kurang mampu-sekaligus mendorong pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, seperti pendidikan, kesehatan, gizi dan sebagainya,” kata Mulyani.
Dia menyebutkan, Dinsos Kota Tangerang juga melakukan validasi dan pemantauan untuk memastikan bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran dan transparan.
“Kami pastikan semua bantuan dilakukan sesuai aturan dan transparan. Karena program ini untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat,” tuturnya.
Disebutkannya, bahwa bansos adalah salah satu langkah strategis pemerntah guna mengurangi angka kemiskinan yang menjadi program utama di Provinsi Banten.
Mulyani meyakinkan, bahwa Pemkot Tangerang telah menyalurkan bantuan sosial secara merata kepada setiap Keluarga Penerima Manfaat di semua daerah.
Diharapkan bantuan sosial tersebut, dapat dimanfaatkan oleh semua KPM untuk memenuhi kebutuhan dasar rumah tangga sehari-hari.
“Kami terus menekankan agar bantuan sosial ini bisa dimanfaatkan secara baik sesuai dengan kebutuhan prioritas, sehingga dapat meringankan beban ekonomi masyarakat,” katanya.
Di tahun 2025 ini kata Mulyani, penyaluran bansos lebih banyak dibandingkan tahun 2024. “Tahun sebelumnya, pada tahap satu bansos disalurkan dalam bentuk uang sebesar tiga ratus ribu rupiah. Dibagikan kepada 2.866 KPM yang tersebar di 13 kecamatan,” tutur Mulyani.
Ketika itu, tuturnya penyaluran di hari pertama disaksikan langsung oleh Penjabat (Pj) Wali Kota Tangerang Nurdin, di Halaman Kantor Kecamatan Tangerang.
Yang menerima bantuan, diarahkan kepada penyandang disabilitas, balita terlantar atau miskin, lanjut usia terlantar atau miskin, anak terlantar atau miskin dan anak yatim. Ketika itu bantuan berlangsung di 13 kecamatan, se-Kota Tangerang. (Dina/Red02)

