leonews.co.id
Headline Kuliner

Inilah Makanan khas Lampung dan Palembang yang Wajib Kamu Coba!

Share this article

 

Leonews.co.id – Masyarakat Lampung dan Palembang banyak memiliki anekan makanan khas.Ada tempoyak dan ada juga jenis makanan lainnya dengan nama agak asing bagi masyarakat daerah lainnya.

Ini faktanya :

Ada yang Namanya tempoyak.

Tempoyak adalah fermentasi buah durian atau orang kebanyakan menyebutnya duren yang dibuat menjadi semacam saus.

Biasanya tempoyak diolah menjadi sambal atau gulai santan yang dicamour dengan ikan gabus.

Tempoyak biasa juga digunakan sebagai bumbu masakan di beberapa daerah lainnya, seperti daerah Jambi dan beberapa daerah di Sumatra Selatan.

Proses pembuatan tempoyak diawali dengan pemeraman daging buah durian yang berkualitas baik.

Daging buah durian yang sudah ditempatkan dalam wadah, kemudian ditambahkan garam atau dengan ragi.

Banyak sedikitnya garam ini yang mempengaruhi jenis tempoyak yang dihasilkan, yaitu tempoyak asam atau tempoyak asin.

Perlu dipahami, agar proses fermentasinya bisa lebih cepat, tempoyak dimasukkan ke wadah tertutup atau disimpan di dalam kulkas.

Hasil dari proses fermentasi mengubah rasa alami bahan menjadi rasa khas tempoyak yang sedikit beraroma durian dan rasanya agak asam.

Jika sudah selesai difermentasi, bisa ditambahkan dengan aneka ikan, mulai dari ikan teri, ikan mujair, ikan mas, dan ikan gabus.

Pokoknya kalo kamu makan dengan olahan tempoyak, rasanya nggak mau geser dari tempat duduk. Pengen nambah dan nambah lagi.

Terus di daerah ini, ada juga yang Namanya Gabing.

Makanan ini sudah agak jarang ditemui bahkan hampir punah dalam hidangan sehari-hari.

Biasanya masyarakat Lampung menjadikannya sayur gabing.

Sayur ini terbuat dari pucuk batang kelapa muda yang dipotong-potong, lalu dimasak dengan kuah santan serta bumbu-bumbu pelengkap lainnya.

Rasa khas dari sayur gabing ini sendiri adalah manis alami, dan memiliki tekstur yang renyah seperti rebung.

Rasa gurih dari santannya juga akan membuat lidah ketagihan dan tidak mau berhenti mengunyah.

Uniknya, dulu sayur gabing sangat akrab menjadi menu harian masyarakat Lampung.

Sebab, masyarakat setempat sering menebang pohon kelapa untuk memanfaatkan bagian dari pohonnya.

Akhirnya, kelapa muda banyak diolah menjadi makanan dan minuman segar.

Sayur gabing tidak hanya lezat di lidah, tapi juga memiliki manfaat di dalamnya, seperti serat, fosfor, karbohidrat, dan kalium.

Mau tau kan?

Ehh, terus ada juga khas Lampung yang Bernama kue Engkak.

Kue Engkak agak mirip dengan kue lapis legit, namun Engkak memiliki tekstur lebih lembut dan tahan lama.

Cita rasa dari engkak, yaitu manis dan gurih.

Kue engkak biasanya disantap sebagai sarapan atau camilan di pagi hari.

Bahan-bahan dasar dalam pembuatan kkue engkak juga sebenarnya cukup sederhana.

Kue engkak terbuat dari mentega dan telur.

Namun, proses memasaknya cukup lama karena memanggang dengan menggunakan loyang secara berlapis-lapis.

Jadi, tidak heran kalau engkak memiliki tekstur yang lembut dan lebih tahan lama dari kue lapis legit.

Kemudian ada Kemplang. Kalo di Betawi kata Kemplang kira-kira artinya pukul, atau dipukul.

Cuma kalo di Sumatra Selatan, kemplang adalah nama krupuk.

Kerupuk Kemplang yang terkenal di daerah Lampung terbuat dari campuran daging ikan yang biasanya disantap dengan sambal bercita rasa manis dan gurih.

Makanan yang satu ini sangat cocok dijadikan camilan atau pendamping lauk saat makan.

Berbeda dengan jenis kerupuk biasanya, kemplang khas Lampung ini memiliki tekstur yang cukup keras dan renyah.

Kemplang Lampung cocok bagi yang tak terlalu suka makanan berminyak karena pembuatannya dengan cara dipanggang.

Pisro merupakan makanan yang terbuat dari ikan bakar.

Biasanya, ikan yang digunakan ialah ikan tembakang atau ikan betok.

Makanan dari Lampung ini memiliki citarasa yang gurih dengan daging ikan tebal dan padat.

Pisro dimasak dengan aneka bumbu rempah yang nikmat, cabai merah sehingga terasa pedas, tambahan gula aren yang manis, serta kuah yang kental sehingga sangat menggugah selera.

Ada juga Pindang Khas Lampung. Pindang khas Lampung memiliki ciri berupa kuah berwarna kuning pekat.

Olahan dari daging ikan yang satu ini memiliki rasa gurih, sedikit asam, dan pedas menyegarkan.

Makanan berkuah ini memiliki aroma harum yang kuat sehingga sangat menggugah selera.

Cara lezat untuk menyantapnya, yaitu dengan lauk bersama nasi putih.

Salah satu jenis ikan yang sering digunakan untuk membuat pindang adalah ikan simba.

Karena ikan simba memiliki ukuran yang cukup besar dan memiliki daging lembut.***


Share this article

Related posts