leonews.co.id
Headline

Penyertaan Modal Bank Banten Dongkrak Kepercayaan Masyarakat

Foto Intimewa (CNBC Indonesia)

JAKARTA (leonews.co.id) – PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (Bank Banten) akan terus meningkatkan layanan kepada masyarakat. Terlebih setelah Bank yang dipersiapkan menjadi kebanggan masyarakat Banten ini, mendapat penyertaan modal dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten sebesar Rp 1,55 triliun beberapa waktu lalu.

Direktur Utama Bank Banten Fahmi Bagus Mahesa mengatakan, dengan penyertaan modal dari Pemprov Banten melalui PT Banten Global Development itu, rasio kesehatan dan daya ekspansi perseroan pun terdongkrak. Pasca suntikan modal tersebut rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) bank berkode saham BEKS ini per Oktober 2020 mencapai 54,1%.

“Angka itu jauh lebih tinggi dari rata-rata CAR industri perbankan pada September 2020 yang tercatat hanya 23,52%. Penambahan modal bagi Bank Banten juga menjadi prasyarat untuk mendukung pembangunan di provinsi yang selama ini menjadi salah satu penyumbang dana pihak ketiga (DPK) perbankan terbesar secara nasional,” kata Fahmi dihubungi leonews.co.id kemarin.

Menurutnya, secara pelahan kepercayaan masyarakat terhadap Bank Banten semakin baik dari hari kehari. Hal ini ditandai dengan naiknya harga saham Bank Banten secara berturut-turut selama tiga hari di Bursa Efek Indonesia pekan lalu.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) DPK bank umum yang berasal dari Banten tercatat mencapai Rp 198,5 triliun di bulan Juni 2020, atau meningkat signifikan dari posisi per akhir tahun 2015 sebesar Rp 129,6 triliun. Per Juni 2020, Banten juga menjadi provinsi penyumbang DPK nasional terbesar ke enam, dengan pangsa pasar DPK sebesar 3,2% dari total DPK secara nasional.

“Tingginya DPK bank umum yang berasal dari Provinsi Banten ini menunjukkan potensi pendanaan bank yang kuat di Banten,” ujar Fahmi.
Sementara itu, kredit yang disalurkan oleh bank umum kepada pihak ketiga bukan bank di Banten juga terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun seiring peningkatan DPK di provinsi tersebut.

Per Juni 2020, total kredit yang disalurkan bank umum di Banten mencapai Rp 149,4 triliun, jauh di atas penyaluran kredit tahun 2014 yang hanya sebesar Rp 89,2 triliun. Per Juni 2020, penyaluran kredit bank umum di Banten tertinggi tercatat pada sektor industri pengolahan dan perdagangan besar dan eceran, dengan pangsa pasar sebesar 28,2% dan 22,4% dari total kredit yang disalurkan.

“Dengan adanya bank daerah yang memiliki permodalan yang kuat, maka diharapkan penyaluran kredit perbankan di Banten akan semakin meningkat ke depannya,” ucap Fahmi.

Lebih lanjut Fahmi mengatakan, porsi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Banten selalu mencapai diatas 59% dari total pendapatan di APBD dalam beberapa tahun terakhir, juga menunjukkan kemampuan daerah Provinsi Banten secara independen cukup tinggi. Porsi belanja modal Provinsi Banten menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun, mengindikasikan proyek-proyek yang dijalankan pemerintah daerah cenderung meningkat.

Kebutuhan permodalan yang kuat, tambah dia, juga sangat diperlukan untuk melakukan ekspansi bisnis perbankan seperti mengembangkan sistem teknologi informasi terbaru, meningkatkan kompetensi SDM, memperluas jaringan layanan, maupun meningkatkan skala usaha guna mendukung peningkatan kapasitas pertumbuhan penyaluran kredit berdasarkan prinsip kehati-hatian dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi Banten. (Dina/***)

Related posts