leonews.co.id
Berita Pilihan

Walikota Cilegon Tak Respons, Soal Kerusakan JLS

Share this article

CILEGON (leonews.co.id) – Walikota Cilegon, Helldy Agustian, tak merespons, secara baik pesan WhatsApp (WA), wartawan, berkaitan dengan kerusakan Jalan Lingkar Selatan (JLS). Dari  tujuh pertanyaan yang dikirimkan, termasuk kapan akan diperbaiki, Helldy hanya menjawab “Terimakasih Infonya”.

Untuk diketahui, Jalan Lingkar Selatan (JLS) di wilayah Kota Cilegon, Provinsi Banten,  hingga petang 17 Februari 2022 masih ditutup hingga batas waktu yang belum ditentukan. Jalan pintas menuju destinasy wisata Pantai Anyer dan sejumlah tempat wisata pantai di Provinsi Banten tersebut, rusak parah sejak dua tahun terakhir.

Pantauan di lapangan, sejumlah lubang berisi lumpur dan bongkahan batu berserakan di sepanjang jalan beton 15,8 kilometer tersebut. “Saya pikir ini adalah potret prestasi kerja Walikota Cilegon, sebagai Kepala Daerah untuk melakukan pembenahan inpra struktur di daerahnya,” komentar  Dharmono, salah seorang pengguna jalan saat ditanya wartawan di depan mulut jalan JLS persis di perempatan lampu pengatur lalu-lintas dalam kota, Kamis 17 Februari 2022.

Dharmono salah seorang anggota Kejaksaan Agung (Kejagung), hari itu berencana akan melakukan liburan bersama keluarga di Kawasan Pantai Anyer. Menggunakan kendaraan Pajero warna hitam, Dharmono bersama keluarga keluar melalui pintu tol Cilegon Timur dari Jakarta.

Menurutnya, bila JLS bisa dilalui paling memakan waktu sekitar lima menit sudah sampai ke lokasi tujuan. “Tapi karena jalannya ditutup, terpaksa harus melalui jalan Ciwandan Raya, yang jaraknya tiga kali lipat bila disbanding melalui JLS,” tuturnya.

Sementara itu, Walikota Cilegon, Helldy Agustian, tak merespons secara baik pesan WhatsApp (WA) yang dihubungi. Helldy, hanya menjawab “terimakasih infonya” tanpa menjelaskan apa yang ditanyakan oleh wartawan.

Jalan Lingkar Selatan yang dikenal dengan nama JLS terbuat dari beton. Panjangnya 15,8 kilometer, lebar 20 meter, dua jalur dan membentang dari PCI hingga Ciwandan berlawanan arah.

Jalan ini dibangun pertama kali pada tahun 2009. Berkat JLS tersebut, lalu-lintas pengunjung wisata dari Jakarta dan sekitarnya dapat dengan mudah menuju kawasan Pantai Anyer, Carita dan sekitarnya.  Namun belakangan, setelah JLS mengalami kerusakan, arus pengunjung wisata ke daerah itu mulai sepi.

Terlebih sering terjebak macet, karena JLS tak dapat dilalui, bahkan saat ini ditutup dan petugas mempersilahkan pengguna jalan mencari jalan lain. Jalan lain yang dapat digunakan untuk tujuan Anyer dari Jakarta, yakni harus memasuki jalan dalam kota, selanjutnya masuk ke Jalan Ciwandan Raya, dengan jarak tempuh tiga kali lipat lebih jauh bila melalui JLS.

Editor : Wisnu Bangun


Share this article

Related posts