JAKARTA (leonews.co.id) – Nama Roma Irama tiba-tiba kembali menyeruak dan menggemparkan tanah air setelah menghilang tak kedengaran selama belasan tahun. Hal itu menyusul penampilannya dalam acara live program konser spesial Rhoma Irama di Stasiun televisi Indosiar, Sabtu (11/12/2021), pukul 21.00 WIB.
Acara disebut sebagai penghormatan kepada si Raja Dangdut tanah air ini. Meski usianya terbilang tak muda lagi, yakni mendekati 75 tahun, namun getar suaranya masih sanggup mengguncang kenangan siapa saja yang terlahir di era kejayaannya.
Bang Haji, demikian panggilan akrab yang melakat kepadanya hari itu berulang tahun. Pimpinam Dang dut Soneta itu, lahir di Tasikmalaya, Jawa Barat, 11 Desember 1946.
Grup Soneta yang dipimpin Roma Irama, semula sempat menjadi olok-olokan sebagai music kampongan, namun berubah menjadi pilihan banyak orang. Kalangan pencinta music, baik kalangan bawah, menengah dan kalangan paling atas – belakangan mulai hanyut dan menerima music dangdut sebagai kebutuhan hiburan.
Memang tak gampang untuk mengambil hati pencinta music tersebut. Grup ini sempat jatuh bangun, alam sejarah perjalanannnya.
Namun, Rhoma Irama bersama kawan-kawannya di dalam grup tetap tabah dan terus berjuang agar apa yang dilakukan sampai pada batas tujuan. Pada tahun 190an, grup yang dipimpinnya sempat bersitegang dengan salah satu dedengkot music rock.
Namun dikabarkan, ketegangan tidak berlanjut menjadi perselisihan panjang. Karena akhirnya mereka berdamai dengan misi masing-masing.
Pada ajang Asian Pop Singer Festival tahun 1972 di Singapura, Grup Soneta yang dipimpinnya masuk sebagai pemenang.
Rhoma Irama, sebelum mendirikan Soneta, pernah bergabung dengan sejumlah grup musik dangdut. Pada saat itu masih dikenal dengan nama orkes melayu.
Diantara grup yang pernah disnggahinya, Orkes (OM) Chandraleka, El Sitaram Chandralela dan OM Purnama. Saat bergabung OM Purnama, Rhoma bertemu dengan Elvy Sukaesih yang belakangan didaulat ebagai Ratu Dangdut.
Bergabungnya Raja dan Ratu ini, merupakan cikal bakal dan pondasi pertama berdirinya Soneta, di tahun 1973. Pada tahun itu, Rhoma mencanangkan semboyan “Voice of Muslim” .
Semboyan yang dibangunnya itu, bertujuan untuk memadukan unsur musik rock dalam musik Melayu serta melakukan improvisasi atas aransemen, syair, lirik, kostum dan penampilan di atas panggung.
Album Soneta Soneta Grup, pertama kali dikeluarkan pada tahun 1974 dengan Judul Soneta Begadang I dan volume 2 pada tahun 1975.
Di tahun yang sama Soneta merilis dua album sekaligus yakni Soneta Volume 3 – Rupiah dan Soneta Volume 4 – Darah Muda. Sampai pada tahun 1975, Grup Soneta yang dipimpin Rhoma Irama berhasil mngeluarkan setidaknya s
Di tahun 1976 Soneta merilis Soneta Volume 5 – Musik.udah mengeluarkan 16 album. Setahun kemudian album Soneta Volume 6 – 135.000.000 dan Soneta Volume 7 – Santai dirilis di pasaran.
Tak hanya Elvy Sukaesih, sejumlah penyanyi dangdut lain juga ikut bergabung dengan Soneta, yakni ada Rita Sugiarto, Riza Unami dan Noer Halimah.
Sukses dengan grup Soneta-nya, Rhoma Irama kemudian merambah ke dunia film. Ia tak hanya sebagai produser, tapi juga sebagai sutradara sekaligus pemeran utamanya.
Sejumlah film yang ia produsi diantaranya Berkelana, Berkelana 2, Begadang, Satria Bergitar, Pengabdian, Menggapai Matahari 1, Menggapai Matahari II, Nada-nada Rindu, Bunga Desa, Nada dan Dakwah, dll.
Kesuksesan pun diraih. Film-film Rhoma Irama yang selalu memasukan unsur-unsur dakwah selalu mendapat tempat di masyarakat Indonesia.
Selamat ulang tahun Bang H. Rhoma Irama
Penulis : Nasri
Editor : Wisnu Bangun

