leonews.co.id
Berita Pilihan

Sidak Pabrik Kain Di Kopo, 5 Karyawan Reaktif

Share this article

SERANG (leonews.co.id) – Satgas Covid-19 Kabupaten Serang lakukan Sidak ke PT. Shinta Woo Sung di Desa Gabus, Kecamatan Kopo pada Selasa (13/7/2021). Lima karyawan satu diantaranya TKA dinyatakan reaktif.

Acara tersebut dipimpin Asisten Daerah (Asda) 1 Bidang Administrasi Pemerintah, Nanang Supriatna, perwakilan dari BPBD, Satpol PP, Disnaker, puskesmas setempat, Polres Serang dan unsur Muspika Kecamatan Kopo.

Nanang Supriatna mengatakan, terkait adanya lima karyawan reaktif hasil swab antigen, pihak perusahaan diwajibkan melakukan tracking yang pernah kontak dengan yang bersangkutan, yang reaktif sedang menjalani Isoman. “Pihak perusahaan harus lebih perhatikan karyawan yang isolasi mandiri jangan hanya menyarankan untuk istirahat, namun harus dipenuhi kebutuhannya dengan diberikan sembako dan vitamin agar cepat sembuh,” jelasnya.

Menurutnya, dengan banyaknya karyawan yang sakit atau terpapar Covid-19 akan berdampak kepada berkurangnya produksi, namun namun jika sebaliknya akan lebih bagus. “Akan tetapi kesehatan itu lebih penting, lebih berharga nyawa masyarakat ketimbang lainnya,” katanya.

Ia berpesan kepada pihak perusahaan untuk tidak bosen menerapkan prokes dan dilakukan oleh para karyawan. “Harus tegas, meski meski memang kita dilema, tolong sebelum masuk prokes dijalankan, cek suhu tubuh, kalo ada yang demam sedikit suruh pulang, sedang karyawan yang bandel security-nya tegur saja, bila perlu keluarkan,” tegasnya.

Nanang menjelaskan, maksud kedatangannya sebagai Tim Satgas Covid-19 dalam meninjau implementasi Instruktsi Mendagari (Inmendagri) Nomor 15 Tahun 2021, dan revisi dengan Inmendagri Nomor 19 Tahun 2021 tentang Perubahan Ketiga Menteri dalam Negeri Nomor 15 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat Covid-19 di Wilayah Jawa dan Bali. “Untuk perusahaan, harus ada esensial karyawan yang masuk 50 persen,”ungkap Nanang.

Manajer Hrd PT. Shinta Woo Sung, Bambang Nuradi mengatakan, berdasarkan hasil swab antigen yang dilakukan perusahaan pada pekan lalu dari 600 orang karyawan dan lima orang diantaranya hasilnya reaktif. Dari lima orang tersebut satu diantaranya merupakan TKA. “Sudah kita pulangkan untuk isolasi mandiri, Tapi saat ini untuk satu karyawan sudah negatif hasil swab antigen, Jadi sisa empat orang, rencana akan di Swab PCR kalau masih reaktif hasil swab antigen,”ujarnya.

Terkait karyawan yang menjalani isolasi mandiri, Bambang memastikan pihak perusahaan sudah membreikan perhatian dengan memberikan sembako dan vitamin. “Kita berikan vitamin juga selain sembako,”ujarnya.

Seraya mengatakan, terkait protokol kesehatan pihak perusahaan sudah melaksanakan semenjak pandemi tahun 2020 lalu dengan menyiapkan tempat cuci tangan, dna emnjaga jarak antar karyawan.

“Untuk karyawan sebelum adanya aturan melaksanakan protokol kesehatan di perusahan kami untuk jarak mesin dan orang sudah berjarak sekitar dua meter.

Sedangkan untuk bagian kantor juga sama berjarak sekitar satu meter,”katanya.(*)


Share this article

Related posts