SERANG (lenews.co.id) – Jembatan (Ply Over) Aria Wangsakara di Jalan Syeh Nawawi Albatani, Kota Serang, yang diresmikan oleh Gubernur Banten, Wahidin Halim, satu bulan lalu mulai terlihat kumuh. Sampah bekas makanan dan munuman di sepanjang areal berserakan dan beterbangan dibawa angin di sekitar lokasi bahkan terbang ke areal tol Tangerang-Merak yang berada di bawahnya.
Dina Kristiana (38) salah seorang warga menyebutkan, sampah plastic dan koran bekas yang beterbangan tersebut, tidak saja mengurangi keindahan jembatan dengan biaya fantastis tersebut, tapi juga membahayakan pengemudi kendaraan. “Soalnya sampahnya terbang yang terkadang bisa menutup muka pengemudi yang melintas di jembatan itu,” katanya.
Menurut Dina, seharusnya pemda tidak saja bisa membangun, tapi juga harus bisa merawat jembatan tersebut. “Karena pembangunannya berada di wilayah Kota Serang seharusnya koordinasi pembangunan dan perawatan antara Gubernur Banten dan Walikota juga harus tuntas,” katanya.
Jembatan (ply over) yang melintang di atas Tol Tangerang – Merak dengan panjang 90 meter dan lebar 33,8 meter tersebut, dibangun dengan APBD Provinsi Banten sebesar Rp 165 miliar. Jembatan yang diklaim sebagai jembatan terlebar di Indonesia itu, mendapat penghargaan museum rekor dunia (MURI).
Saat meresmikan jembatan tersbut, Gubernur Banten Wahidin Halim mengatakan, jembatan itu cukup baik. Mantan Wali Kota Tangerang itu pun mengaku senang dan bahagia karena jembatan Aria Wangsakara menjadi jembatan terlebar di Indonesia.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penata Ruang (PUPR) Provinsi Banten, Arlan Marzan, tak menjawab pesan elektronik yang disampaikan oleh leonews.co.id. Sementara Kepala Biro Adpim Setda Provinsi Banten, Beni Ismail, mengaku akan meneruskan konfirmasi leonews.co.id ke Kepala Dinas PUPR.
Editor : Wisnu Bangun

