leonews.co.id
Berita Pilihan

Wahidin-Andika, Tancapkan Karya fundamental di Puncak Gunung Luhur

LEBAK (leonews.co.id) – Gubernur Banten Wahidin Halim dan Wakil Gubernur  Andika Hazrumy, sepertinya sedang menancapkan karya fundamental dimasa tugasnya 2017-2022. Setelah berhasil melakukan revitalisasi terhadap Banten lama, selanjutnya Kamis 24 Oktober 2019 lalu=– mereka berada di puncak “Gunung Luhur” untuk acara tanda dimulainya pembangunan masjid Negeri di Atas Awan.

Tidak hanya gubernur dan Wagub, tapi juga hampir sebagian besar pejabat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten berada di ketinggian gunung di Citorek, Kabupaten Lebak.

Siang itu para pejabat tersebut, sedang mengikuti Gubernur Banten Wahidin Halim dalam acara peletakan batu pertama tanda dimulainya pembangunan masjid yang berada di puncak Gunung Luhur. Kelak apa yang ditancapkannya itu, akan menjadi catatan sejarah bagi generasi berikutnya.

Turut dalam acara tersebut,  Sekretaris Daerah (Sekda) Pemprov Banten  Al’ Muktabar. Selain para  pejabat eselon II Pemprov Banten, hadir juga Ketua DPRD Provinsi Banten Andra Soni, Kakanwil Kemenag Provinsi Banten A Bazari Syam, Ketua MUI Provinsi Banten KH AM Romli, jajaran Forkopimda Provinsi Banten, tokoh masyarakat dan para tamu undangan.

Yang paling special juga,  pihak Kominfo Banten mengajak sejumlah wartawan yang biasa melakukan tugas liputan di Pemprov Banten.

Itu bukan hari pertama, Wahidin beserta rombongan mengunjungi puncak gunung luhur yang belakangan dikenal sebagai “Negeri di Atas Awan”. Setidaknya ada dua hingga tiga kali kunjungannya ketempat itu selama dua bulan terakhir.

“Ada suasana batiniah terhadap orang yang datang ke sini,  karena untuk mengagungkan ciptaan Allah SWT. Sehingga sebelum melihat keagungan ciptaan-Nya orang sholat subuh terlebih dulu di masjid ini,” kata Wahidin, usai melakukan peletakan batu pertama, tanda dimulainya pembangunan masjid tersebut.

Oleh Wahidin masjid itu diberi nama Rahmatan Lil’alamin.  “Kita berada di suatu tempat, dimana Allah SWT menunjukkan keagungan-Nya,” kata Wahidin, terus mengagungkan kebesaran Nya.

Dia menyebutkan, biaya pembangunan masjid itu, sengaja tak menggunakan dana APBD Pemprov Banten. Seluruh biaya dikumpulkan melalui infaq ASN Pemprov Banten serta dana dari instansi vertical.

“Saya ajak para ASN untuk infak membangun masjid agar berkah gajinya. Jadi nggak menggunakan APBD,” katanya.

Luas bangunan Masjid Rahmatan Lil’alamin ini, 1500 meter persegi. Berdiri di atas lahan 5.000 meter persegi.

Masjid ini, nantinya akan dilengkapi rumah marbot, rumah vip, menara, kamar mandi, area teras, area parkir, dan area taman.

Pembangunannya akan menghabiskan dana sekitar Rp 5 miliar. Sedangkan proses pembangunan diperkirakan membutuhkan waktu 8 hingga 9 bulan.

Desain masjid ini dibuat oleh tim dari Institut Teknologi Bandung (ITB), sesuai visi Gubernur dan Wagub, Negeri Di Atas Awan. Agar Masjid dapat menyatu dengan budaya setempat, bangunannya sengaja dibuat berbentuk  leuit (lumbung padi – Red) khas di wilayah Banten Selatan.

Sementara dinding atau tembok dibuat mirip bilik bambu memanfaatkan tatanan kayu dan batu alam. Atap masjid dibuat model limas besar digabung dengan limas kecil sebagai simbol pemersatu. Tidak hanya itu, masjid juga didesain ramah difabel.

Masjid ini juga nantinya akan berfungsi sebagai pusat aktivitas umat, antaranya pusat ekonomi umat, penyatu umat, serta sumber rezeki umat.

Sebelumnya Mendageri Tajhyo Kumolo juga memberikan penghargaan kepada Wahidin Halim, karena dinilai berhasil melakukan revitalisasi terhadap Banten Lama yang saat ini semakin banyak dikunjungi sebagai alternative wisata relejius di Banten.

Menurut Wahidin, berkaitan dengan pembangunan jalan provinsi khususnya ruas Cipanas – Warung Banten yang melalui Citorek dilakukan agar masyarakat di daerah itu tidak terisolir. “Saya tidak akan mengganggu kewenangan kabupaten/kota. Saya menjalankan kewajiban saya untuk membangun jalan provinsi,” tuturnya.

Dia juga menyebutkan, masyarakat di wilayah Citorek tak boleh terisolir.  “Selama kepemimpinan saya dan Andika Hazrumy akan melakukan terbaik bagi pembangunan masyarakat Banten,” tegasnya.

Usai menandai akan dibangunnya Masjid Raya yang kelak akan menjadi kenang-kenangan, Gubernur Wahidin Halim dan Wagub Andika Hzrumy berkeliling menemui para pedagang, pengelola warung, serta pengelola homestay  “Negeri di AtasAwan” untuk memastikan dampak positif (multiplier effect) seiring dengan semakin ramainya destinasi wisata ini. (Wisnu Bangun)

 

Related posts