BALI (leonews.co.id) – Indonesia kehilangan devisa senilai Rp. 97 Triliun per tahun. Karena sekitar dua juta masyarakat berobat ke luar negeri setiap tahun.
Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo mengatakan, warga RI terbang ke Malaysia, Singapura, Jepang hingga Amerika Serikat untuk berobat. “Setiap tahun, kurang lebih dua juta masyarakat kita yang pergi ke luar negeri untuk mendapatkan layanan kesehatan dan kita kehilangan devisa Rp. 97 Triliun karena itu,” katanya saat Ground Breaking Rumah Sakit (RS) Internasional Bali yang ditayangkan di Channel YouTube sekretariat Presiden, Senin (27/12/2022).
Pembangunan RS berstandar internasional di Bali dengan hasil kerja sama Kementrian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Mayo Clinic, diharapkan menjadi jawaban dari kurangnya pelayanan kesehatan berstandar internasional di RI. RS Internasional Bali sendiri ditargetkan selesai pada Bulan Mei 2023 mendatang.
Jokowi berharap, nantinya tidak ada masyarakat Indonesia yang berobat ke luar negeri lagi, melainkan orang luar yang datang ke Bali untuk berobat sekaligus berwisata. “Semuanya ke Bali dan Bali akan menjadi tempat destinasi wisata kesehatan, sekaligus meningkatkan wisatawan untuk ke Pulau Bali,” jelasnya.
Tak hanya layanan kesehatan, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) kesehatan di Pulau Dewata Bali akan mampu menekan impor bahan baku obat yang saat ini masih sangat tinggi, yaitu 95 persen. “Jangan sampai kita mengimpor lagi alat kesehatan (Alkes), Obat-obatan dan bahan baku obat, kita harus berhenti mengimpor nya, kita produksi sendiri di negara kita,” ujarnya. (Haeqal/red,02)

