Seharusnya sejak tiga hari lalu saya suda datang menemui dokter Qurie ahli jantung di RSUD Banten. Hal ini biasa dilakukan setelah obat yang diberikan untuk waktu 30 hari habis dikonsumsi.
Tapi pagi itu 24 Juli 2024, nomor telpon dokter qurie yang biasa saya hubungi untuk konfirmasi tak bisa tersambung.
Ach mungkin dokter Qurie sedang mematikan handponennya karena suatu pekerjaan yang tak boleh diganggu, pikir saya.
Sebenarnya tidak ada keluhan berarti dengan kondisi tubuh saya hari itu, kecuali merasakan sedikit cenat-cenit pada bagian tulang rusuk bagian sebelah kanan.
Rasa seperti itu terkadang ditambah dengan bentuk sakit di bagian ulu hati, terutama dalam kondisi napas memburu setelah berjalan dengan langkah agak cepat.
Seperti biasa bila rasa yang tidak enak tersebut datang, saya langsung mengkonsumsi satu tablet pil kecil berwarna putih.
Tablet ini diletakan di bawah lidah, lalu secara perlahan tablet tersebut mencair, dan sayapun mengeluarkan sendawa (gas, yang keuar melalui mulut-Red), lalu rasa sakit itupun menghilang perlahan.
Meski demikian, kondisi seperti itu masih jauh lebih baik dibanding sebelumnya pada 6 November 2023 yang harus dilakukan rawat inap setelah melalui penaanganan kritis di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD).
Padahal saat yang bersamaan saya masih dalam proses observasi akibat Gerd dan akhirnya menyerang jantung.
Ini adalah kali ketiga, saya harus masuk ruangan dengan aroma bau amis bekas darah manusia dalam berbagai peristiwa kecelakaan lalu-lintas serta insiden lainnya.
Seperti 43 hari sebelumnya, pagi itu saya kembali mendengarkan rintihan dari sejumlah pasien yang sedang menahan rasa sakit.
Tidak hanya itu, saya juga harus secara tabah saat menyaksikan dengan jarak sangat dekat seseorang yang menghembuskan nafas terakhir.
Hari itu, saya merasakan pada perut bagian bawah pusat, seperti ada gumpalan dan sakit sekali.
Terasa seperti ingin Buang Air Besar (BAB maaf) tapi sulit keluar walaupun sudah agak lama nongkrong di toilet.
Rasa sakit pada bagian perut bawah tersebut, biasanya nggak berlangsung lama yakni sekitar tiga menitan, namun agak sering atau sekitar 15 menit sekali.
Pada saat situasi itu saya merasakan sakit yang cukup serius, bahkan untuk dibawa berjalan-pun terpaksa harus membungkuk karena menahan sakit.
Biasanya rasa sakit itu hilang bersamaan dengan hilangnya bentuk gumpalan yang ada di bawah perut tersebut.
Hilangnya rasa sakit tersebut, diantaranya bila berhasil mengeluarkan BAB atau kentut (tapi agak sulit, walau sudah nongkrong agak lama di toilet, seperti yang sudah disebutkan tadi).
Ditayang ulang 3 Mey 2025

