leonews.co.id
Headline Peristiwa

Klitih di Yogyakarta Tewaskan  Anak Anggota DPRD

Share this article

 

Leonews.co.id – Kota pelajar Yogya Karta, Jawa Tengah, kini sedang di rundung duka dan menakutkan sebagian orang. Kondisi ini terutama terjadi di daerah Jalan Raya di dalam kota pada malam hari.

Peristiwa mencekam tersebut, terjadi setelah anak salah seorang  anggota DPRD Kebumen, Daffa Adzin Albasith usia 18 Tahun, tewas karena sabetan benda tajam di Gedongkuning, Jogja, Minggu (3/4) dini hari.  Korban dikabarkan meninggal dunia dengan sejumlah luka yang diakibatkan benda tajam  di tubuhnya.

Masyarakat setempat termasuk masyarakat nitizen, menyebutnya sebagai peristiwa Klitih.  Untuk nama Klitih sendiri, adalah  untuk sebutan jalan-jalan atau keliling  yang dilakukan pada malam hari. Para pelaku klitih biasanya menyusuri ruas jalan yang sepi atau tempat nongkrong, seperti warung bubur kacang ijo (burjo) atau warung kopi.

Sejumlah orang di daerah  Yogyakarta ada yang melakukan dengan jalan- jalan  menggunakan sepeda motor dan mobil pribadi. Namun tak jarang juga melakukannya dengan berjalan kaki bersama kerabat dan keluarga.

Tentang peristiwa tewasnya anak salah seorang anggota DPRD Kebumen, Direskrimum Polda DIY Kombes Ade Ary Syam Indradi menyebutkan, bermula saat kelompok korban yang berjumlah tujuh orang dengan menggunakan 5 sepeda motor mampir di salah satu warung kopi.  Lokasinya hanya beberapa meter  dari tempat kejadian perkara (TKP) tewasnya korban.

Menurut Ade, saat itu  kelompok korban yang berjumlah tujuh orang tersebut mampir di warung yang biasa menjuat kopi dan mie instan tersebut.  Sebagian ada yang mememesan makanan dan minuman dan sbagian lagi belum sempat pesan.

Selang beberapa waktu kemudian, datang kelompok pemuda lain berjumlah  lima orang menggunakan dua sepeda motor sambil memainkan gas motornya dengan kencang. Kelompok korban kemudian mengejar dua pengendara sepeda motor itu.

“Mungkin karena terbakar emosi, selanjutnya kelompok korban mengejar pelaku ke arah utara di Jalan Gedongkuning .  Kelompok korban mengejar pelaku menggunakan empat sepeda motor,”  kata Ade.

Namun lanjut Ary, ternyata  kelompok pelaku yang dikejar  itu  justru berhenti bahkan putar balik menunggu kelompok korban.  Motor pertama dari kelompok korban tidak sempat terkena sabetan  benda tajam.

Namun korban,   yang berada di motor kedua terkena sabetan benda diduga gir di bagian muka. Setelah mengenai muka korban, para pelaku kemudian melarikan diri ke arah selatan.

“Saat peristiwa posisi korban dibonceng di belakang karena yang membonceng mengelak  dan mengenai muka  korban. Sehingga korban mengalami luka di bagian muka,” tuturnya.

Berdasarkan keterangan para saksi, jelas Ade, senjata yang digunakan gir rantai sepeda motor bekas pakai. Korban sempat mendapatkan pertolongan dari Direktorat Sabhara Polda DIY yang sedang berpatroli dan dibawa ke Rumah Sakit Hardjolukito. Namun akhirnya korban meninggal dunia di rumah sakit.

 

Ediror              : Wisnu Bangun

 

 

 

 

 

 

 


Share this article

Related posts