leonews.co.id
Headline

Anggota KPPS Coblos Sisa Surat Suara

SERANG (leonews.co.id) – Lima anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dari TPS 24 Kelurahan Sumur Pecung Kota Serang dan salah satu TPS di Kecamatan Tunjung Teja, Kabupaten Serang, Provinsi Banten terancam hukuman penjara. Lima anggota KPPS tersebut, diduga melakukan tindakan melawan hokum saat bertugas dengan mencoblos sisa surat suara17 April 2019 lalu.

Petugas KPPS tersebut, dengan sengaja mencoblos 15 surat suara tersisa untuk tiga pemilih dan memasukannya ke dalam kotak suara. Surat suara itu, terdiri atas surat suara pilpres, DPD RI, DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kota.

“Jadi dicoblos pada jam istirahat. Ada sisa surat suara untuk tiga pemilih. Kemudian oleh petugas KPPS dicoblos. Delapan surat suara sudah dimasukan ke dalam kotak suara, sedangkan tujuh surat suara belum dimasukan,” ujar ketua Bawaslu Kota Serang Faridi, Kamis (18/4/2019).

Komisioner Bawaslu Provinsi Banten Badrul Munir mengatakan, kelima anggota KPPS tersebut melanggar Pasal 533 undang undang Republik Indonesia, nomor 7 tahun 2017 tentang pemilihan umum. “Setiap orang yang dengan sengaja pada saat pemungutan suara mengaku dirinya sebagai orang lain dan atau memberikan suaranya lebih dari satu kali di satu TPS atau lebih dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 tahun 6 bulan dan denda paling banyak Rp. 18 juta,” kata Munir, di Serang, Minggu (21/4/2019).

Saat ini, lanjut Badrul, kelima anggota KPPS yang bermasalah tersebut diberhentikan. Sedangkan  kasusnya sedang didalami oleh Sentra Gakumdu.

Menindaklanjuti hal itu, Bawaslu Kota Serang merekomendasikan dilakukan pemungutan suara ulang (PSU) dan menghentikan seluruh petugas KPPS yang bermasalah. (Red 01)

 

Related posts