TANGERANG SELATAN (leonews.co.id) – Provinsi Banten secara konsisten berhasil mengukuhkan posisinya di jajaran lima besar penyumbang investasi berskala nasional.
Fakta tersebut diungkapkan oleh Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi, Todotua Pasaribu, yang mencatat Banten kini tengah merangsek ke posisi tiga besar.
Prestasi gemilang ini didukung oleh kepemilikan 21 kawasan industri aktif serta dua Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) strategis di Tanjung Lesung dan BSD.
Menanggapi pencapaian besar tersebut, Gubernur Banten Andra Soni langsung menegaskan komitmen kuat jajaran Pemerintah Provinsi dalam menjaga momentum pertumbuhan.
Komitmen strategis ini disampaikan secara resmi saat membuka Karya Kreatif Banten (KKB) dan Banten Investment Forum (BIF) di Hotel DoubleTree, Bintaro Jaya, Jumat (9/10/2026).
Gubernur Andra Soni menjamin adanya kepastian hukum yang kuat serta kemudahan proses perizinan usaha bagi seluruh calon penanam modal.
Langkah nyata yang kini terus diperkuat meliputi penyederhanaan birokrasi perizinan, jaminan keamanan berusaha, hingga percepatan pembangunan infrastruktur makro.
Pemerintah Provinsi Banten juga membangun sinergi yang sangat erat dengan seluruh jajaran pemerintah kabupaten dan kota di wilayahnya.
Melalui forum investasi ini, Gubernur Andra Soni mengajak lembaga pembiayaan dan mitra pembangunan internasional untuk menjadikan Banten sebagai mitra strategis.
Ia menegaskan bahwa investasi di Banten tidak boleh hanya sekadar mengejar besarnya nilai modal yang masuk atau banyaknya proyek fisik.
Arah kebijakan investasi Banten ke depan diwajibkan mampu menciptakan nilai tambah dan membuka lapangan kerja seluas-luasnya bagi masyarakat lokal.
Oleh karena itu, momentum KKB dan BIF ini sengaja digunakan untuk mengawinkan sektor investasi besar dengan potensi kreativitas produk UMKM lokal.
Gubernur Andra Soni mengingatkan sejarah telah membuktikan bahwa sektor UMKM selalu hadir menjadi penyelamat utama saat terjadi krisis ekonomi nasional.
Ketahanan sektor ekonomi kerakyatan ini akan terus dipacu melalui pemanfaatan teknologi digital, penguatan modal, serta kemitraan dengan industri besar.
Dukungan penuh terhadap kebangkitan ekonomi pro-rakyat ini juga disuarakan oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia, Solikin M. Juhro, melalui pesan video.
Bank Indonesia menitipkan tiga kunci utama bagi pertumbuhan wilayah Banten, yaitu peningkatan kualitas produk, konektivitas pasar, serta kolaborasi lintas sektor.
Apresiasi tinggi terhadap iklim usaha Banten juga datang dari Wakil Menteri ATR/BPN, Ossy Dermawan, terkait tata ruang daerah yang sangat rapi.
Salah satu capaian nyata di lapangan adalah keberhasilan penyelarasan Nomor Induk Berusaha (NIB) dengan Nomor Objek Pajak (NOP) untuk mendongkrak kapasitas fiskal.
Menutup rangkaian forum, Kepala Perwakilan BI Provinsi Banten, Sofwan Kurnia, mempertegas prospek cerah penanaman modal di wilayah ujung barat Jawa ini.
Pihak Bank Indonesia menilai peluang serta ruang investasi di Provinsi Banten saat ini masih terbuka jauh lebih lebar dibandingkan provinsi lain di Pulau Jawa.(Wisnu Bangun)

