leonews.co.id
Advertorial Headline

Wali Kota Tangerang Lantik 405 Lansia Tangguh di Aula Al-Amanah, Cetak Generasi Emas yang Berdaya dan Bermanfaat!

Share this article

TANGERANG (leonews.co.id) – Wali Kota Tangerang, Sachrudin, melantik 405 lansia tangguh dari 13 kecamatan yang menjadi wisudawan dan wisudawati Sekolah Lansia Angkatan Kedua Tahun 2026.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 390 siswa berasal dari program reguler dan 15 siswa dari jalur mandiri resmi.
Prosesi wisuda dan pelantikan berlangsung khidmat di Aula Al-Amanah, Lantai 5 Gedung Pusat Pemerintahan (Puspem) Kota Tangerang, pada Rabu (7/10/2026).
Sachrudin menyampaikan bahwa keberadaan Sekolah Lansia merupakan wujud nyata komitmen Pemkot Tangerang dalam merangkul seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun kota.
Acara tersebut turut menghadiri Plt. Kepala Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (BKKBN) Provinsi Banten Kresna Adikusumah, Sekretaris Daerah Kota Tangerang H. Herman Suwarman, Kepala Dinas P3AP2KB Kota Tangerang, jajaran Camat, serta para kader pengelola kelompok Bina Keluarga Lansia (BKL).
Pihak penyelenggara mendasarkan program Sekolah Lansia ini pada amanat UU Nomor 13 Tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia dan Perpres Nomor 88 Tahun 2021 tentang Strategi Nasional Kelanjutusiaan.
Program ini bertujuan memperkuat 7 dimensi lansia tangguh, yakni dimensi spiritual, intelektual, fisik, emosional, sosial kemasyarakatan, profesional, dan lingkungan.
Wali Kota Sachrudin juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para lansia yang tetap memiliki semangat belajar tinggi dan berkomitmen menyelesaikan pendidikan nonformal ini.
Ia meminta para wisudawan agar terus produktif dan membawa dampak positif bagi lingkungan sekitar.
“Mari kita pastikan bahwa lansia kita mandiri. Semoga para lansia bisa terus produktif dan tetap bermanfaat.
Sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang bermanfaat bagi orang lain,” tegas Sachrudin.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Tangerang, Tihar Sopian, mengatakan bahwa 13 sekolah yang tersebar di seluruh kecamatan se-Kota Tangerang menggelar pendidikan lansia ini dengan kuota masing-masing 30 orang.
Selama enam bulan, para peserta mengikuti 12 kali pertemuan di balai warga hingga Posyandu untuk mendapatkan materi kesehatan, pengelolaan diri, hingga aktivitas produktif.
Ia menambahkan bahwa DP3AP2KB mengalokasikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Tangerang Tahun Anggaran 2026 untuk membiayai seluruh anggaran kegiatan tersebut.
Tihar Sopian menjelaskan, program ini merupakan bagian dari pembinaan Bina Keluarga Lansia (BKL) yang tersebar di 13 kecamatan se-Kota Tangerang. Masing-masing kecamatan memiliki satu sekolah dengan kuota 30 siswa.
“Para siswa menerima kurikulum berbasis tujuh dimensi kehidupan, meliputi dimensi intelektual, emosional, fisik hingga spiritual. Kami juga bekerja sama dengan Kementerian Agama dan Dinas Kesehatan yang rutin melakukan cek kesehatan,” jelasnya.
Tihar menambahkan, lulusan jenjang Standar 1 (S1) dapat melanjutkan ke jenjang S2 hingga S3 dengan kurikulum yang makin berkembang. Pada tingkat S3, kurikulum memfokuskan para lulusan untuk menggerakkan dan mengajak masyarakat di lingkungannya agar aktif dalam kegiatan positif.
Lulusan tingkat ini juga akan menerima sertifikat resmi yang ditandatangani oleh Wali Kota Tangerang dan BKKBN.
Tuti Yulianti (63), salah seorang wisudawati asal Kecamatan Periuk, mengaku mendapatkan banyak manfaat selama mengikuti proses pembelajaran di Sekolah Lansia.
“Kami semua sangat bahagia, senang, dan bersemangat. Melalui Sekolah Lansia, kami bisa bersilaturahmi dengan sesama lansia, bertambah wawasan, serta meningkatkan rasa percaya diri,” tutur Tuti.
Ia pun berpesan kepada lansia lainnya, “Tetap semangat, selalu aktif, sehat, dan jalin masa depan dengan bahagia.” (Advertorial)

Share this article

Related posts