leonews.co.id
Berita Pilihan Gaya Hidup Headline Hiburan

Panduan Promil: 5 Cara Membuat Anak yang Tepat Menurut Dokter Spesialis

(Sumber gambar Halo Doc
Share this article


Hampir semua pasangan suami istri di dunia ini memiliki hasrat yang sama mengenai tujuan berumah tangga.
Mereka ingin mempunyai keturunan yang sehat dan bermanfaat bagi kelanjutan hidup mereka kelak di kemudian hari.
Namun kenyataannya, beberapa pasangan justru belum berhasil memiliki anak padahal usia pernikahan sudah berlangsung selama bertahun-tahun.
Bagi Anda dan pasangan yang sedang merencanakan kehamilan, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan peluang kehamilan.
Jika cara-cara ini dilakukan dengan tepat dan benar, kesuburan Anda dan pasangan dapat meningkat, sehingga memperbesar peluang untuk mempunyai anak.
Menurut dunia medis, peluang terjadinya kehamilan secara alami setelah berhubungan seks tanpa alat kontrasepsi umumnya berkisar antara 15 hingga 25 persen.
Peluang tersebut dapat menurun atau meningkat karena beberapa hal, seperti usia, siklus menstruasi, frekuensi hubungan seksual, serta gaya hidup yang dijalani.
Berikut adalah 5 cara membuat anak yang perlu diketahui oleh suami istri untuk meningkatkan peluang kehamilan:
1. Mendeteksi Masa Subur Wanita
Hal pertama yang perlu dilakukan adalah mengetahui masa subur. Pada masa subur, ovarium akan melepaskan sel telur yang telah siap dibuahi oleh sperma ke dalam tuba falopi.
Masa subur dapat diketahui dengan mencatat jadwal menstruasi secara rutin atau menggunakan alat tes masa subur. Selain itu, Anda juga bisa memeriksa tekstur lendir serviks. Selama masa subur, lendir serviks akan berjumlah lebih banyak, jernih, dan cair. Tekstur seperti ini merupakan kondisi terbaik untuk mempermudah sperma bergerak menuju sel telur.
2. Berhubungan Seks secara Rutin Tanpa Kontrasepsi
Setelah mengetahui masa subur, Anda dan pasangan disarankan untuk melakukan hubungan seksual setiap 2–3 hari sekali pada masa ovulasi, yaitu sekitar 12–16 hari sebelum menstruasi berikutnya dimulai.
Pastikan Anda dan pasangan tidak menggunakan kondom atau alat kontrasepsi lainnya saat berhubungan seks, karena penggunaan alat tersebut dipastikan akan menghalangi bertemunya sperma dan sel telur.
3. Mencoba Posisi Seks Tertentu
Cara selanjutnya adalah mencoba beberapa posisi seks tertentu, seperti posisi misionaris atau doggy style (penetrasi dari belakang).
Meskipun belum terbukti secara pasti dapat mempercepat kehamilan, berbagai posisi seks tersebut dinilai dapat mempermudah sperma masuk ke dalam rahim untuk membuahi sel telur, sehingga dianggap bisa meningkatkan peluang kehamilan.
4. Mengonsumsi Makanan Sehat dan Bernutrisi
Selain melakukan hubungan seks secara tepat, faktor makanan yang dikonsumsi juga ikut memengaruhi hasil yang diharapkan. Pasangan suami istri sangat dianjurkan untuk mengonsumsi makanan sehat yang kaya akan nutrisi.
Nutrisi seperti asam folat, zat besi, antioksidan, asam lemak omega-3, dan zinc sangat penting karena dapat menyuburkan kandungan serta meningkatkan kualitas sperma.
Asupan beragam nutrisi tersebut bisa diperoleh dari sayuran hijau, buah-buahan, telur, biji-bijian utuh, dan ikan salmon.
5. Menjaga Berat Badan Ideal dan Gaya Hidup Sehat
Berat badan berlebih (obesitas) pada wanita dapat mengganggu siklus menstruasi. Sementara pada pria, berat badan berlebih bisa menurunkan jumlah dan kualitas sperma.
Oleh karena itu, menjaga berat badan tetap ideal sangat penting untuk mempermudah terjadinya kehamilan.
Selain itu, Anda dan pasangan juga disarankan untuk mencukupi waktu tidur, berolahraga secara rutin (setidaknya 30 menit setiap hari atau 150 menit setiap minggu), berhenti merokok, serta mengurangi konsumsi makanan tinggi lemak dan minuman manis.

Berbagai cara di atas memang dapat meningkatkan peluang terjadinya kehamilan.
Namun, jika Anda sudah mencoba menerapkan berbagai metode tersebut tetapi belum kunjung membuahkan hasil, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis kandungan demi mendapatkan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.
Ditinjau oleh: dr. Kevin Adrianr
Editor:  Wisnu Bangun
Dikutip dari: Alodokter

Share this article

Related posts