SERANG (leonews.co.id) – Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Wamenkes RI) DR Benyamin Paulus Oktavianus, melakukan kunjungan kerja ke Kota Tangerang, Provinsi Banten Selasa 11 November 2025.
Kunjungan itu disebut sebagai rangkaian pertemuan dengan para Kepala Daerah dan pemangku kebijakan dalam dunia kesehatan, khususnya penanggulangan tuberkulosis (TBC).
Dalam sambutannya, selain memberi apresiasi terhadap kinerja seluruh unsur yang terlibat dalam penanggulangan TBC di Provinsi Banten, Benyamin juga memberi pujian khusus terhadap Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten dr Ati Pramudji Hastuti.
Menurut Benyamin, dokter Ati Pramuji Astuti adalah sosok pekerja keras dan memiliki semangat tinggi.
“Saya mengagumi kinerja dokter Ati dan pantas dijuluki sebagai Srikandi,” katanya saat memberi sambutan di Gedung Akhlaqul Kharimah, Kota Tangerang hari itu.
Benyami menegaskan, bahwa Gubernur Banten Andra Soni harusnya bersyukur karena memiliki Kepala Dinkes yang kerjanya seperti dokter Ati Pramuji Astuti karena sangat luar biasa.
Selain dihadiri oleh tim dari Kemenkes acara penanggulangan TBC itu, nampak juga Gubernur Banten Andra Soni, Walikota Tangerang H. Sachrudin, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten dr Hj Ati Pramudji Hastuti,
Kepala daerah kabupaten/kota, Kepala Dinas Kesehatan se-Provinsi Banten, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Organisasi Kesehatan Paru Indonesia (PDPI) serta sejumlah organisasi dan aktivis kesehatan yang ada di Provinsi Banten.
Dalam acara itu, disebutkan bahwa Provinsi Banten memiliki kinerja terbaik se-Indonesia dalam memberantasan TBC.
“Jadi TBC itu adalah yang penting menemukan kasusnya, setelah itu cara menanganinya atau mengobatinya,” tutur Benyamin.
Menurutnya, saat ini di Indonesia diperkirakan ada satu juta sembilan puluh ribu (1.090.000) pasien pengidap TBC.
Dari jumlah itu 50. 000 lebih diantaranya berada di Provinsi Banten.
Dalam hal TBC itu kata Benyamin, sampai hari ini Provinsi Banten berhasil menemukan sebanyak 93 persen dari target 100 persen nasional.
“Nah sementara di provinsi-provinsi lain angkanya jauh lebih kecil, bahkan ada diantaranya yang tak memiliki catatab sama sekali,” tutur Benyamin.
Umpamanya di Jawa Tengah, Jawa Timur hanya berhasil mencatat temuan TBC sebanyak 60 sampai 65 persen.
Provinsi DKI Jakarta baru 65 persen, Jawa Barat 78 persen ada juga provinsi-provinsi yang baru menemukan 38 persen.
Yang lebih parah yakni ada provinsi yang tidak menemukan sekali angkanya. Contohnya Kepulauan Riau (Kepri).
“Jadi menemukan kasusnya aja nggak, apalagi ngobatin paham ya menemukan kasusnya saja enggak,” kata Benyamin.
Selain ke Kota Tangerang kunjungan kerja Wamenkes Benyamin dan rombongan juga akan menyambangi beberapa daerah lainnya di Pulau Jawa.
“Besok siang saya juga akan melakukan hal seperti ini dengan kadin DKI Jakarta,” katanya.
Selanjutnya akan juga berkunjung ke Provinsi Jawa Barat (Jabar), dalam tugas yang sama. Semuanya dalam upaya membuat Indonesia sehat, Indonesia jadi negara maju dan terhormat. (Wisnu/Red01)

