leonews.co.id
Berita Pilihan Headline

Truk Urugan Parkir di Jembatan Aria Wangsakara

Share this article

KOTA SERANG (leonews.co.id) – Puluhan truk pengangkut tanah urugan bermuatan sarat,  parker berjam-jam di sepanjang Jembatan Aria Wangsakara, Kota Serang. Kesempatan itu, dipergunakan oleh para pengemudi untuk beristirahat setiap sore dan malam hari sebelum melanjutkan perjalannannya ke Jakarta.

Parkir tersebut dilakukan oleh para sopir tidak saja di badan jembatan, tapi juga beberapa puluh meter  sebelumnya. “Tapi sekarang agak berkurang, karena kami melakukan larangan parker di atas jembatan bagi setiap kendaraan jenis apapun,” kata Ahmad, petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang melakukan patrol di atas jembatan tersebut, Selasa 20 September 2022.

Ahmad menjelaskan, selain Satpol PP petugas yang terlibat dalam penertiban itu,  yakni Lalu-lintas Angkutan Jalan Raya (LLAJ) dari Dinas Perhubungan, Kota Serang. “Nggak ada petugas dari provinsi,” katanya.

Anggota Satpol PP Kota Serang dan satu unit kendaraan Patroli sedang bersiaga (Foto leonews.co.id)

Menurut Ahmad, karena jumlah petugas dan waktunya terbatas, sehingga pengawasan terhadap truk yang parker di daerah larangan tersebut, tak dapat dilakukan sepanjang hari—terlebih bila harus melakukannya sepanjang malam. “Sebenarnya yang dilarang parker di atas jembatan bukan hanya truk, tapi juga untuk semua jenis kendaraan,” tuturnya.

Jembatan Aria Wangsakara, terletak di kawasan Cipocok Jaya di resmikan oleh Gubernur Banten Wahidi Halim (WH) Selasa 29 Maret 2022 lalu. Jembatan yang menghubungkan Jalan Raya Jakarta dengan ruas jalan menuju Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) itu, melintang di atas tol Tangerang Merak.

Jembatan ini disebut sebagai jembatan terlebar di Indonesia (Lebarnya 33,8 meter) dan berhasil merebut rekor MURI. Bagi pengendara yang melintas di lajur tol Tangerang – Merak dan sebaliknya dapat menyaksikan keindahan jembatan tersebut. Bahkan dapat digunakan sebagai spot foto yang sangat menarik.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Arlan Marzan mengatakan, jembatan ini dibangun dengan anggaran Rp 165 miliar dari APBD Banten.  Dibangun menggunakan konstruksi steel box, yang memiliki panjang 78 meter dan lebar 33,8 meter,” katanya.

Aria Wangsakara, terdiri dari delapan  lajur kendaraan dibagi dua arah berlawanan.  Masing-masing arah terdapat 4 lajur kendaraan.

Arlan menyebutkan jembatan tersebut, sudah melalui uji muat 12 truk tronton muatan penuh sekitar 400 ton atau 70 persen dari kapasitas beban muatan jembatan.

 

Editor        : Wisnu Bangun

 

 


Share this article

Related posts