leonews.co.id
Advertorial

Gubernur Banten Resmikan Pembangunan Jembatan Aria Wangsakara

Gubernur Banten saat melakukan penandatanagan Jembatan Aria Wangsakara.
Share this article

SERANG (leonews.co.id) – Gubernur Banten Wahidin Halim (WH),  meresmikan penggunaan JEMBATAN  ARIA WANGSAKARA , di Kelurahan Banjar Agung,  Kota Serang. Selasa 29 Maret 2022.  Jembatan (fly over)  terlebar di Indonesia ini, membentang di atas Jalan Tol Tangerang – Merak, sebagai pengganti JEMBATAN  BOGEG   Jalan Raya Syech Nawawi Al Bantani yang sebelumnya memang sudah ada,  namun kondisinya sempit dan mulai rapuh.

Wahidin menyebutkan,  nama jembatan diganti menggunakan ARIA WANGSAKARA,  sebagai penghargaan pemerintah Provinsi Banten , terhadap salah seorang pahlawan nasional.  ” Nama ini terpasang di jembatan ini, sebagai bentuk penghargaan kami kepada jasa Pahlawan Nasional,” katanya saat memberikan sambutan dalam peresmian jembatan tersebut.

Dikisahkannya, ARIA WANGSAKARA  merupakan menantu  Sultan Abdul Mufakir, cucu dari Prabu Surosowan, serta aktif juga sebagai imam besar sekaligus ulama besar kalau itu. “Beliau ditugaskan oleh Sultan, untuk mempertahankan wilayah perbatasan Tangerang melawan belanda pada zaman penjajahan.

Disebutkan  Wahidin,  jembatan tersebut  merupakan salah satu karya pembangunan di masa kerjanya selama lima tahun bersama Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumi  (yang akan berakhir 12 Mey 2022 – 2017-2022,  Red).

Sebelumnya mantan Walikota Tangerang ini, secara berturut-turut juga meresmikan Gedung 8 Lantai  RSUD Banten (Rabu 16 Maret 2022), Masjid Rahmatan Lil Alamin  dan Jembatan Ciberang (Senin 28 Maret 2022),  keduanya berada di kawasan wisata Negeri di Atas Awan, Citorek, Kabupaten Lebak.

Menurut Wahidin, dalam kurun waktu lima tahun ini, Pemprov Banten sudah mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,4 triliun untuk berbagai pembangunan jalan dan jembatan yang menjadi kewenangan Provinsi. “Semua pembangunan infrastruktur jalan yang menjadi kewenangan Provinsi sudah hampir selesai semua menjadi mantap,” tuturnya.

Bagi masyarakat yang akan menuju ke Lebak, Bayah, Sumur saat ini jalannya sudah mantap, cor semua. “Hasilnya sekarang sudah bisa dinikmati oleh masyarakat Banten, termasuk juga pembangunan dua RSUD di Labuan dan Cilograng,” jelasnya.

Diungkapkannya,  pada intinya Pemprov Banten selama ini telah banyak membantu pembangunan di berbagai sudut desa dan kota, termasuk kawasan Banten Lama yang sudah dilakukan revitalisasi, selanjutnya di daerah Caringin yang akan juga dipercantik. Berbagai pembangunan itu akan terus dilakukan, guna mengubah peradaban baru masyarakat Banten yang lebih maju.

“Selain itu kata Wahidin, ada kebanggan bagi kita, saat orang bicara stadion, kita punya yang paling bagus dan megah. Ketika orang bicara tempat ziarah, kita punya yang paling bagus dan nyaman. Ketika bertanya tentang jembatan, kita punya yang paling bagus dan kokoh juga. Jadi kita sekarang harus bangga menjadi warga Banten,” tuturnya.

Selain membangun Jembatan Aria Wangsakara, lanjut Wahdin,  Pemprov Banten juga akan melakukan pelebaran ruas jalan Syeh Nawawi Albantani dari Terminal Pakupatan hingga  Palima. Tidak hanaya itu, akan dibangun juga ruas jalan dari Cikeusal sampai Kawasan Pusat pemerintahan Provinsi Banten (KP3B).

“Lalu kemudian pelebaran jalan Baros, sampai tembus ke Banten International Stadium (BIS), sebagai stadion paling megah yang bisa dinikmati oleh masyarakat Banten nantinya,” tuturnya.

Tentang Jembatan ARIA WANGSAKARA, pekerjaannya ditangani oleh kontraktor nasional  PT Pembangunan Perumahan (PP) (Persero) Tbk, dengan konsultan pengawas PT Anugrah Prida Pradana dan PT Dwi Karsa. Nilai kontrak sebesar Rp164,9 miliar menggunakan konstruksi steel box. Jembatan ARIA WANGSAKARA  tercatat di Musium Muri  tahun 2022, sebagai Jembatan terleber di Indonesia mencapai 33,8 meter dengan delapan lajur berlawanan arah.

Kepala Dinas Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten,  Jembatan itu, menghubungkan  ke-berbagai pusat kegiatan dari terminal Pakupatan,  Polda Banten, KP3B, Kantor Kejati Banten, Sport Center atau Banten International Stadium (BIS). Kawasan pendidikan, bendungan Sindang Heula dan RSUD Banten, serta menghubungkan ke jalan arteri, menuju Kabupaten Pandeglang dan Lebak.

“Kondisi jembatan Bogeg yang lama dengan lebar yang cukup sempit hanya 5 meter kondisinya kurang mendukung terhadap lalu lintas transportasi, bahkan menjadi salah satu penyebab kemacetan yang parah yang banyak dikeluhkan oleh masyarakat Banten, khususnya Kota Serang,” ujar Arlan.

Atas permasalahan  itu kata Arlan, pembangunan jembatan baru tersebut dilakukan, berdasarkan arahan dari Gubernur Banten Wahidin Halim dan Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy.  “Jembatan ini membentang sepanjang 90 meter dengan lebar jembatan 33,8 meter dengan jumlah lajur sebanyak delapan lajur untuk dua arah,” katanya. seraya menambahkan, untuk ornamen jembatan yang digunakan motif batik Banten Singayaksa dan Mandalika. Serta pada railing jembatan menggunakan motif Banten Pamarangge,” tuturnya.

Advertorial PUPR 01)

 

Editor    : Wisnu Bangun

 


Share this article

Related posts