leonews.co.id
Headline

Ini Daftar Menteri Yang Ditangkap KPK

JAKARTA (leonews.co.id) – Ini daftar para menteri kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena mempertruhkan jabatanya. Padahal berkali-kali Jokowi mempringati para pembentunya, hayoookerja dan pentingnya pemberantasan korupsi.

Dari sekian banyak menteri yang dipercayainya sejak priode satu dan dua jabatannya sebagai prisiden justru tertangkap KPK karena dugaan korupsi. Jokowi juga menggaungkan dan meminta para pejabatnya untuk tidak main-main dengan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme.
“Hati-hati,

korupsi berawal dari hal-hal kecil,” kata Jokowi beberapa waktu lalu. “Pemerintah tidak main-main dalam hal akuntabilitas, pencegahan harus diutamakan. Tata kelola yang baik harus didahulukan, tapi kalau ada yang masih bandel, kalau ada niat untuk korupsi, ada mens rea, maka silakan Bapak/Ibu digigit dengan keras,” ucap Jokowi di kesempatan lain dilansir oleh ;iputan6.com.

Ucapan Jokowi tersebut seakan tak diindahkan sejumlah bawawahannya. Menjelang akhir tahun 2020, setidaknya sudah ada dua menteri yang ditangkap oleh KPK terkait dugaan kasus korupsi berbeda. Yang pertama Menteri Kelautan dan perikanan yang kedua Mnteri Sosial (Mensos) Juliari P Batubara.

Dia menyerahkan diri ke kantor KPK setelah dua hari sebelumnya sejumlah pembantunya tertangkap pada malam hari langsung ditahan. Dalam kasus ini, KPK sudah menetapkan lima orang tersangka.

Tiga orang diduga penerima yakni Mensos Juliari Batubara, Matheus Joko Santoso sebagai pejabat pembuat komitmen di Kemensos dan Adi Wahyono. Dua orang lainnya sebagai pemberi yakni Ardian IM dan Harry Sidabuke. Keduanya dari pihak swasta.

“KPK sejak awal sudah menyampaikan daerah-daerah titik rawan yang akan terjadinya korupsi. Salah satunya perlindungan sosial dalam hal ini bantuan sosial maka KPK sudah mendeteksinya dari awal,” kata Firli saat konferensi pers di Gedung Merah Putih, Jakarta, Minggu (6/12/2020).

Menurut Firli, tindak pidana korupsi kali ini terkait pengadaan barang dan jasa. Dalam kasus ini para pejabat negara telah menerima hadiah dari pekerjaan program Bansos tersebut.
Firli menyebutkan, pihaknya telah melakukan penyitaan sejumlah harta dari para pelaku yang diketahui berupaya disembunyikan.

Dalam OTT ini, KPK menemukan pecahan mata uang rupiah dan asing. Yakni Rp 11,9 miliar, USD 171,085 dan 23.000 dolar Singapura.

Penahanan Para tersangka dilakukan di Rutan selama 20 hari pertama, terhitung sejak tanggal 5 Desember 2020 sampai dengan 24 Desember 2020. MJS ditahan di rutan KPK cabang Gedung Merah Putih. AIM ditahan di Rutan KPK Cabang Pomdam Jaya Guntur. HS ditahan di Rutan KPK Kavling C1.

Sebelumnya Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Menteri nonaktif Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo. Edhy diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi dalam kasus dugaan suap perizinan ekspor benih lobster atau benur.
Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan, selain Edhy Prabowo, tim penyidik juga turut memeriksa Amiril Mukminin (AM). Serupa dengan Edhy, Amiril juga diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi.

“Edhy diperiksa sebagai saksi untuk tersangka SJT (Suharjito selaku Direktur PT Dua Putra Perkasa Pratama) dan AM (Amiril Mukminin) diperiksa senagai saksi EP,” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi, Kamis (3/12/2020).ujar salah satu juru KPK. Ali dalam keterangannya, Kamis (3/12/2020).

Sebelumnya, kata Ali, tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) rampung menggeledah rumah dinas Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo, Rabu 2 Desember 2020.

Penggeledahan berkaitan dengan penetapan perizinan ekspor benih lobster atau benur.

“Rabu (2/12/2020) tim penyidik KPK melakukan penggeledahan di rumah jabatan Menteri Kelautan dan Perikanan di Jalan Widya Chandra V Jakarta,” tuturnya.

Ali mengatakan, saat penggeledahan tim penyidik menemukan delapan unit sepeda yang diduga berasal dari uang suap. Selain sepeda, tim penyidik juga menemukan uang dengan jumlah total Rp 4 miliar.

“Ditemukan dan diamankan antara lain sejumlah dokumen terkait perkara ini, BB elektronik dan 8 unit sepeda yang pembeliannya diduga berasal dari penerimaan uang suap. Ditemukan juga sejumlah uang dalam bentuk rupiah dan mata uang asing dengan total senilai sekitar Rp 4 miliar,” kata Ali.(Red01/***)

Related posts