leonews.co.id
Berita Pilihan

Armada Urugan Pantai Indah Kapuk (PIK) Dilarang Masuk Kota

Puluhan truk tertahanpengangkut tanah merah, untuk masuk Kota Tangerang. (foto Istimewa)

TANGERANG (leonews.co.id) – Ratusan truk pengangkut tanah untuk pengurugan Pantai Indah Kapuk (PIK) dilarang memasuki Kota Tangerang. Puluhan petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang memaksa para pengemudi untuk belok arah ke jalan tol tanpa memasuki wilayah kota.

Puluhan petugas berjaga menghadang di perbatasan kota menghalau armada pengangkut tanah merah tersebut, sejak malam hingga dini hari. Pos yang biasa difungsikan sebagai PSBB, menjadi markas jaga.

Kepala Dinas perhubungan Kota Tangerang, Wahyudi Iskandar mengatakan, truk pengangkut tanah merah dilarang masuk ke dalam kota. Larangan berlaku untuk truk bermuatan maupun tidak.

“Hal ini untuk menjaga keselamatan pengguna jalan yang lain, agar terhindar dari kecelakaan. Selain itu, untuk menjaga ketahanan kontruksi jalan dan kebersihan dalam kota,” katanya, seperti diberitakan oleh satelitnews.

Menurutnya yang biasa dilalui oleh truk tanah tersebut, Jalan Muhammad Tamrin dan Imam Bonjol, Cikokol, yang menjadi jantung Kota Tangerang. “Seluruh truk yang melintasi dua jalan nasional tersebut, diminta putar arah ke arah tol untuk menuju tujuannya,” kata Wahyudi.

Untuk sementara kata Wahyudi, pihaknya sengaja tidak melakukan tindakan yang lebih keras karena sedang focus dengan penanganan PSBB. Operasi penjagaan sudah dilakukan selama dua hari pada Senin dan Selasa (5-5/11).

Karena itu, para petugasnya hanya meminta truk putar arah tanpa menerapkan sanksi tilang bahkan penahanan terhadap truk. “Namun dalam waktu dekat kami akan melakukan tindakan yang lebih tegas, kepada mereka yang memaksa masuk dalam kota,” tuturnya.

Sebagai informasi tanah yang diangkut dari berbagai wilayah Kabupaten Tangerang dan Bogor tersebut, digunakan untuk melakukan pengurugan proyek perumahan Pantai Indah Kapuk (PIK) II. Jumlah tanah yang diangkut, ribuan kubik setiap hari.

Pantai Indah Kapuk (PIK) II merupakan kelanjutan dari PIK I yang sudah laku terjual. Di bawah kendali Agung Sedayu Group, dua proyek raksasa ini, berada di perbatasan Jakarta dan Provinsi Banten .

Pembangunan PIK II, akan menggunakan lahan pantai dan menjorok ke laut teluk Jakarta dan Banten mencapai 100 hektar. Hal ini dipastikan akan membutuhkan tanah merah guna pengurugan yang tidak sedikit. (Red 01)

Related posts