leonews.co.id
Berita Pilihan

Setelah DKI, Kota Tangerang juga Akan Berlakukan ERP

KOTA TANGERANG (leonews.co.id) – Setelah DKI Jakarta, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang juga berencana akan menerapkan jalan berbayar atau Electronic Road Pricing (ERP). Rencana ini dimaksudkan untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi menuju Jakarta dan dan sebaliknya.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Tangerang, Wahyudi Iskandar mengatakan, kebijakan itu sudah diatur dalam Peraturan Presiden No 55 Tahun 2018 tentang Rencana Induk Transportasi Jabodetabek. Semestinya ERP sudah terpasang sejak 2018 dan paling lambat 2029.

“Tapi ini masih sebatas koordinasi,” ujar Wahyudi, seperti dilansir kabar6.com, Rabu (21/8/2019).

Menurutnya, berkaitan dengan rencana itu, Pemkot Tangerang telah diundang oleh Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) untuk berkoordinasi.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menargetkan, penerapan ERP akan dilakukan pada akhur 2020. Sistem ERP ini diterapkan untuk menggantikan sistem ganjil genap di DKI Jakarta.

Cara ini diyakini mampu mengurai kemacetan di koridor jalan protokol Jakarta serta koridor jalan nasional yang menjadi lintasan para komuter. Skema tarif akan menggunakan congestion charge, yaitu kendaraan bukan angkutan umum akan dikenakan biaya apabila menyebabkan kemacetan di koridor-koridor yang diberlakukan ERP.

Sedangkan besaran biaya yang dikenakan, nantinya tergantung dari tingkat kemacetan yang terjadi. Semakin macet maka akan semakin besar biaya yang dikenakan.

Untuk tahap awal, ini di ruas Jalan MH Thamrin, Jalan Jenderal Sudirman, sampai Jalan Sisingamangaraja. “Target akhir tahun ini, ERP tahap 1 sudah bisa operasional,” ujar Syafrin Liputo. Seperti dilansir kontan.co.id, Senin (2/3). (Red 01)

Related posts