leonews.co.id
Berita Pilihan

Mewujudkan Liveable City di Batas Jakarta

Sumber foto Tribun

KOTA TANGERANG (leonews.co.id) – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus berbenah untuk mewujudkan kota layak huni (Liveable City) di batas Jakarta. Pembenahan tidak saja dilakukan pada sistem kerja aparatur, tapi juga layanan terhadap masyarakat yang serba online.
Tidak hanya itu, kota yang berada di perbatasan Jakarta tersebut, juga mempercantik diri dengan mempersiapkan ruang terbuka hijau. Pasar Jatiuwung, adalah salah satu kawasan yang masuk dalam program ruang terbuka hijau.

Di pasar ini, ada sekitar 130 pedagang tetap, yang selanjutnya direlokasi ke tempat lain untuk kepentingan program itu. Wakil Walikota Tangerang Sachrudin, menyebutkan, seluruh pedagang dipindahkan ke Pasar Laris Cibodas agar RTH terus tercukupi.

“Untuk menampung pedagang yang terdampak program penghijauan ini, kami tempatkan di dalam karena masih banyak yang kosong,” katanya.
Sedangkan pedagang yang masih berada di luar pasar, kata Sachrudin, akan dipindahkan ke dalam- agar semua kios terisisi.

Menurutnya, lahan lokasi pasar Jatiuwung seluas 1.500 meter persegi tersebut, merupakan asset Pemkot Tangerang. “Kepada pedagang terdampak program relokasi itu, diberikan gratis sewa selama satu tahun,” tuturnya.

Sementara sejumlah pedagang ex Pasa Jatiuwung mengaku pasrah, atas kebijakan yang dilakukan oleh Pemkot Tangerang tersebut. “Yaaa, mau gimana lagi karena bertahan-pun tidak mungkin bisa,” kata Azwar, salah seorang pedagang.

Untuk diketahui, Pasar Laris, Cibodas terletak di kawasan Perumnas Kelurahan Cibodas. Lokasinya merupakan kawasan padat penduduk karena berada di empat perumnas 1,2,3 dan 4.

Jarak antara Pasar Jatiuwung dengan Pasar Laris Cibodas sekitar empat kilometer. “Lokasinya cukup ramai. Memang perlu menyesuaikan lagi di lokasi yang baru,” kata Uni Ida, salah seorang pedagang pakaian.

Perlu disadari keberadaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) memang perlu ada, di setiap kota. Betapa tidak, karena RTH merupakan paru-paru kota dan daerah resapan.

Kawasan RTH, juga dapat dijadikan sebagai sarana olahraga sampai tempat rekreasi keluarga. Itulah sebabnya tidak mengherankan bila banyak kota-kota besar yang berbenah dengan mempercantik dan membangun taman-taman untuk memanjakan warganya.

Demikian halnya dengan Kota Tangerang, yang memang sangat konsen mewujudkan Tangerang sebagai Kota Layak Huni (Liveable City). Tidak kurang dari 27 Taman tematik, 52 Taman Lingkungan dan RTH untuk mempercantik kota telah dibangun di Kota Tangerang.

Bahkan beberapa Taman Tematik yang ada seperti Taman Gajah dan Taman Potret tidak menggunakan APBD, karena bersumber dari dana CSR perusahan di Kota Tangerang. Rencananya Pemkot Tangerang akan terus membangun kawasan RTH agar masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung semakin nyaman.

Kota Tangerang, memiliki luas 18,378 hektare. Sejak tahun 2011 kota penyangga Jakarta ini, mulai menerapkan layanan serba online.
Sedangkan pada tahun 2018 Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang membuat portal aplikasi Tangerang Live. Aplikasi ini, menyediakan berbagai layanan yang ditujukan untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat.

Portal aplikasi Tangerang Live telah memasuki versi keempat sejak diluncurkan pertama kali pada tahun 2016. Dengan kehadiran aplikasi ini, masyarakat semakin dimudahkan dengan 30 layanan aplikasi yang meliputi, ambulan gratis, info lowongan kerja, info harga pasar, pindah sekolah, hingga informasi zakat. (Red 01)

Related posts