leonews.co.id
Advertorial

Struktur Perubahan APBD 2021, Mendapat Catatan Dari Fraksi di DPRD Kabupaten Serang

foto Istimewa
Share this article

KABUPATEN SERANG (LEONEWS.C.ID) – Struktur perubahan APBD 2021 mendapat catatan  dari fraksi-fraksi di DPRD Kabupaten Serang, yang diselenggarakan di ruang paripurna Rabu 29 Se ptember 2021. Antara lain catatan fraksi-fraksi tersebut menyebutkan, penggunaan anggaran harus berpedoman pada asas efektif, efisiensi dan juga menghindari pemborosan.

Dalam catatan fraksi-fraksi disebutkan juga tentang prestasi peningkatan APBD Kabupaten Serang dalam kurun waktu hampir satu tahun terakhir. Juru bicara rancangan peraturan daerah (raperda) Zaenal Abidin tentang APBD Perubahan 2021 mengatakan, kendati dalam situai pandemic- covid 19, namun pada Perubahan APBD 2021 mengalami peningkatan.

Dia menyebutkan, peningkatannya mencapai Rp418 miliar,  bila dibandingkan pada anggaran murni di tahun yang sama.

Hal itu disebutkan dalam Rapat Paripurna Persetujuan Penetapan Rancangan Peraturan “Peningkatan pendapatan daerah pada perubahan APBD tahun anggaran 2021 yang semula direncanakan sebesar Rp3,337 triliun disepakati menjadi Rp3,320 triliun,” katanya.

Bila dibandingkan dengan anggaran murni pada tahun yang sama yakni sebesar Rp2,901 triliun, kata Zaenal,  maka terjadi kenaikan sebesar Rp418,813 miliar atau 14,4 persen.

Zaenal menjelaskan kenaikan pendapatan daerah terjadi karena Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang semula disepakati sebesar Rp944,172 miliar, bila dibandingkan dengan anggaran murni Rp792,290 miliar maka terjadi peningkatan sebesar Rp151,882 miliar atau 19,17 persen.

Kemudian, kenaikan juga berasal dari lain-lain pendapatan daerah yang sah dan disepakati menjadi Rp230,288 miliar. Hal ini bila dibandingkan dengan anggaran murni sebesar Rp45,932 miliar maka terjadi peningkatan sebesar Rp184,216 miliar atau 401,06 persen.

“Peningkatan lain-lain pendapatan daerah yang sah diperoleh dari Pendapatan Hibah dari pemerintah pusat sebesar Rp35,382 miliar dan pendapatan hibah dana BOS sebesar Rp182,211 miliar,” tuturnya.

Di tempat yang sama, Wakil Bupati Serang, Pandji Tirtayasa menanggapi catatan yang dibacakan oleh juru bicara fraksi tersebut. “Untuk merencanakan anggaran harus memperhatikan dua hal penting dikarenakan semua anggaran yang dikeluarkan harus jelas dan akuntable,” tegas Panji.

Menurutnya, ada dua hal yang harus menjadi prioritas. “Pertama kita merencanakan anggaran dan yang kedua bagaimana mengefektifkan anggaran agar pelaksanaannya bisa efektif,” tegasnya lagi.

Karena setiap sen anggaran yang dikeluarkan harus jelas, sasarannya,  jelas manfaatnya, jelas impact-nya. “Jangan sampai anggaran besar tapi manfaatnya tidak ada pada masyarakat. Kemudian masyarakat tidak ada peningkatan kualitas hidup,” kata Pandji.

Sebelumnya Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah menyebutkan,  sudah melakukan pemetaan terhadap potensi pendapatan di masa pandemi Covid-19. Semuanya dilakukan sesuai nota keuangan RAPBD Perubahan 2021 yang telah disampaikan, melalui Bapenda.

Tatu mengatakan terkait rencana kerja APBD perubahan pihaknya menekankan pada upaya pembangunan fasilitas pendukung utama.

Selain itu lanjutnya, terkait perencanaan pada APBD Perubahan 2021, untuk antisipasi agar tidak terjadi luncuran program pada APBD 2022, pihaknya akan berupaya semaksimal mungkin agar tidak ada luncuran. (Advertorial/Nasri)


Share this article

Related posts