leonews.co.id
Advertorial

Dishub Kota Tangerang Perketat Transportasi Umum

Share this article

KOTA TANGERANG (leonews.co.id) – Dinas Perhubungan, memperketat kapasitas maksimal transportasi umum atau angkutan kota di Kota Tangerang. Tidak hanya jumlah penumpang, tapi juga memperketat jam operasional, yakni hanya dibolehkan mulai pukul 04.30 WIB hingga 22.00 WIB.

Kepala Dishub Kota Tangerang, Wahyudi Iskandar menegaskan,  kapasitas angkutan kota hanya 70% penumpang. “Selain tentang penumpang, seluruh petugas Dishub juga ditugaskan untuk memastikan seluruh pengemudi dan penumpang menerapkan protokol kesehatan secara benar,” kata Wahyudi.

Dalam penugasannya, kata Wahyudi, petugas di lapangan akan melakukan peneguran dan melakukan penindakan terhadap  mereka yang melanggar. Ia menjelaskan, dalam penegakkan PPKM Darurat Dishub Kota Tangerang mengerahkan 214 personil dalam pengendalian lalu lintas.

Menurutnya, petugas yang dikerahkan sebanyak 64 personil tim khusus untuk sweeping ditambah 20 personil anggota tim penertiban.

“Tim khusus sweeping kita sebar di terminal, agen, hingga stasiun. Hal ini, uuntuk memastikan apakah syarat perjalanan dipatuhi dengan baik dan benar atau tidak. Sedangkan penertiban, merupakan tim yang akan bergabung dengan OPD lainnya, di segala aktivitas penertiban PPKM Darurat,” tuturnya.

Petugas Dishub Kota Tangerang sedang melakukan pemeriksaan terhadap angkutan umum. (foto liputan6.com)

Dalam pengetatan PPKM Darurat ini, pihak Dishub Kota Tangerang melakukan penyekatan di sejumlah tempat tempat, bekerjasama dengan Polres Metro Tangerang Kota Tangerang.

“Semua personil melakukan pengawasan terhadap angkutan umum yang masuk dan keluar Kota Tangerang. Mulai angkot umum, Si Benteng, Tayo, bus kota dan angkutan kota lainnya tanpa tebang pilih, semua diberhentikan, dicek dan dipastikan protokol kesehatannya,” kata Wahyudi.

Masyarakat Kota Tangerang pun terus diimbau, untuk mengetahui, mempelajari, dan mematuhi seluruh aturan PPKM Darurat tanpa terkecuali. Semua harus berperan dan bertanggung jawab  untuk menekan laju penyebaran virus Covid-19 khususnya di Kota Tangerang,” tegasnya.

Di Kota Tangerang, terdapat dua titik check point atau penyekatan selama pemberlakuan PPKM darurat. Sebanyak 650 personel gabungan dari kepolisian, TNI, Satpol PP, serta Dinas Perhubungan Kota Tangerang diterjunkan dalam operasi tersebut.

Petugas melakukan penyekatan di sejumlah lokasi, akses keluar masuk selama penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat yang berlangsung sejak 3-20 Juli 2021. Setidaknya terdapat 12 lokasi  penyekatan di Tangerang Raya, Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang dan Tngerang Selatan,  yang  membatasi mobilitas masyarakat. (Advertorial/Nasri)


Share this article

Related posts