leonews.co.id
Berita Pilihan Headline

Erupsi Menerus Tertinggi di 2026, Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga Level III

Erupsi Gunung Anak Krakatau, Anak Krakatau Siaga, Berita Gunung Api, Selat Sunda, PVMBG, Berita Banten Hari Ini
Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi (West Java To Day.com)
Share this article

SERANG – Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda kembali melonjak tajam.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi mengumumkan bahwa gunung api aktif ini mengalami rentetan erupsi menerus sejak Jumat (4/9/2026) malam pukul 23.07 WIB hingga Sabtu (5/9/2026) siang.
Rangkaian letusan akhir pekan ini tercatat sebagai intensitas tertinggi sepanjang tahun 2026. Pengamat Gunung Api Anak Krakatau,
Muhammad Dika Nurzaman, menjelaskan bahwa seismograf merekam gempa letusan dengan amplitudo maksimum mencapai 70 milimeter dalam durasi yang sangat panjang.
Secara visual, erupsi ini memicu fenomena lava fountain atau air mancur lava merah menyala dari pusat kawah. Semburan material vulkanik tersebut turut disertai suara dentuman dan gemuruh keras yang terdengar jelas hingga ke Pos Pengamatan Pasauran di Kabupaten Serang, Banten.
Gelombang suara letusan ini bahkan dilaporkan merambat hingga ke wilayah pesisir Pandeglang dan Lampung Selatan.
PVMBG Tegaskan Status Siaga Level III dan Imbauan Tsunami
Menyikapi peningkatan drastis ini, Kepala Badan Geologi Lana Saria meminta masyarakat di pesisir Banten
maupun Lampung untuk tetap tenang dan tidak panik.
PVMBG menegaskan saat ini Gunung Anak Krakatau berada pada Status Level III (SIAGA), bukan Waspada.
Terkait kekhawatiran warga akan potensi bencana kelautan berkaca dari peristiwa kelam 2018, PVMBG memastikan bahwa pertumbuhan tubuh Gunung Anak Krakatau pasca-tsunami silam masih relatif kecil. Berdasarkan evaluasi instrumental, saat ini tidak menunjukkan adanya tanda-tanda potensi keruntuhan struktur masif yang dapat memicu gelombang tsunami.
Kendati demikian, demi keselamatan bersama, PVMBG dan pihak SAR mengeluarkan rekomendasi ketat. Seluruh masyarakat, nelayan, maupun wisatawan dilarang keras mendekati kawah aktif atau melakukan aktivitas apa pun dalam radius aman 3 kilometer dari pusat kegiatan gunung api. (Wisnu Bangun)

Share this article

Related posts