SERANG (leonews.co.id) — Memutuskan untuk hidup mandiri dan keluar dari rumah mertua memang menjadi pencapaian luar biasa bagi pasangan suami istri (pasutri) muda.
Di Kota Serang, tren membeli tanah di kawasan perkampungan berakses jalan desa kini sedang naik daun karena harganya yang bersahabat.
Namun, sebelum Anda buru-buru bertransaksi, ada investasi jangka panjang yang sering kali luput dari perhitungan awal: posisi fasilitas pendidikan dan kesehatan.
Bagi pasangan yang baru memulai bahtera rumah tangga, sangat disarankan untuk berburu lahan yang letaknya berdekatan dengan PAUD, Sekolah Dasar (SD), atau klinik umum.
Kenapa hal ini sangat krusial?
Jika Anda mengabaikan faktor ini sejak awal, Anda harus bersiap memikul beban fisik dan finansial yang tidak sedikit di kemudian hari.
Anda akan terikat rutinitas wajib mengantar dan menjemput anak sekolah selama lima hingga enam tahun penuh sampai sang anak benar-benar mandiri untuk berangkat sendiri.
Belum lagi urusan pengeluaran bensin harian yang bisa membuat dompet cepat kempis (boncos).
Selain sekolah, akses instan menuju Puskesmas atau klinik umum 24 jam di sekitar perkampungan Serang akan menjadi penyelamat di saat-saat darurat.
Fase awal memiliki anak biasanya diwarnai dengan momen anak mendadak sakit di malam hari atau kebutuhan imunisasi rutin.
Memiliki rumah yang dekat dengan fasilitas kesehatan akan memangkas waktu perjalanan yang berharga.
Kabar baiknya, lahan perkampungan berstatus AJB di wilayah Serang dengan akses jalan desa dua mobil berlawanan arah masih banyak yang ditawarkan di angka Rp300 ribuan per meter.
Ini adalah kesempatan emas bagi pasutri muda di Serang untuk membangun rumah tumbuh yang strategis tanpa harus terjebak cicilan KPR yang mencekik. (Wisnu Bangun)

