leonews.co.id
Berita Pilihan Headline UMKM

Kembangkan Digitalisasi Perbankan, Bank Banten Berkerjasama Dengan Amazon

Dirut Bank Banten Agus Syabarrudin
Share this article

leonews.co.id – Syabarudin mengungkapkan, hal tersebut dilakukan Financial institution Banten guna memaksimalkan potensi capital marketplace sebesar Rp50 triliun. Baik dari sektor pemerintahan, industri, pertanian maupun pariwisata di Banten.

“Satu potensi yang jelas, capital marketplace (yang mampu dikelola-Purple) sebesar Rp40-50 trilun, kami sudah berkoordinasi dengan pemerintah provinsi maupun kota/kabupaten untuk menyiapkan satu perda supaya bisa menangkap potensi ekonomi,” kata Agus Syabarudin dikutip dari kanal youtube CNBC Indonesia, Selasa (7/9/21).

Agus menilai, Pemerintah Provinsi Banten juga mempunyai pandangan kedepan, perihal potensi Banten sebagai tempat transit antara Sumatra dan Jawa, dengan memanfaatkan potensi di wilayah Banten Utara yakni industri dan Banten Selatan dengan potensi pertanian dan pariwisata.

“Bahkan di Banten ada Paguyuban Persatuan Urang Banten, yang mendorong Financial institution Banten harus jadi lokomotif kemajuan Banten dan ekonomi nasional. Spirit manajemen Financial institution Banten harus dikedepankan untuk membantu ekonomi masyarakat di Banten maju,” lanjut Agus.

Dengan adanya potensi tersebut dan semakin meningkatnya transaksi virtual, Financial institution Banten mengambil langkah untuk menggandeng AWS sebagai plafrom financial institution virtual terbaik di dunia.

“AWS merupakan perusahaan dengan cloud products and services nomor satu di dunia. Meskipun kami financial institution daerah namun kami ingin tampil kedepan dan mengambil peran,” katanya.

Agus juga menyebut, kineja Financial institution Banten selama 3 bulan terakhir usai melakukan restrukturisasi manajemen, mulai menunjukan kinerja perbankan yang positif.

“Kita melakukan strategi flip round, bagaimana menjadikan financial institution banten ini biru, yang kita ketahui 3 tahun lalu merah, dan alhamdulillah tidak cuma kata-kata tapi dari sisi pendapatan, pada triwulan II 2021 meningkat sekitar 168 persen, source of revenue juga meningkat 299 persen dari Rp4 miliar jadi Rp18 miliar, rencana kami mudah-mudahan bisa tercapai di Desember 2021,” tegas Agus.

Financial institution Banten juga akan terus berupaya memberikan daya dorong terutama pengelolaan kas daerah sebaik-baiknya.

“Final analysis benefit bagi kami harga mati, kita akhiri Financial institution Banten rugi, bagaimana caranya mulai biru, dari sisi aset kita membidik 60 persen pertumbuhan,” tutup Agus.


Share this article

Related posts