SERANG – Di tengah himpitan proyeksi APBD Banten 2027 yang terjun bebas ke angka Rp9,51 triliun, Pemerintah Provinsi bersama jajaran Pemerintah Kabupaten/Kota dituntut untuk segera mengakhiri tradisi perayaan hari jadi yang sekadar seremonial kaku.
Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Banten pada 4 Oktober mendatang, harus diinovasikan secara radikal menjadi stimulus pariwisata massal guna mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Pakar hukum dan ekonomi, Intan Widiasih, menegaskan bahwa ego sektoral antar-wilayah harus diruntuhkan demi menyelamatkan ruang fiskal Banten yang kian kritis.
Ia mengusulkan agar agenda perayaan tahun ini dirombak total menjadi sebuah festival terintegrasi berskala nasional bertajuk “Banten Creative & Heritage Week”.
“Pemerintah daerah tidak bisa lagi bekerja sendiri-sendiri menggunakan anggaran dinas yang serba terbatas. Provinsi, Kabupaten, dan Kota harus berkolaborasi menyatukan kalender acara.
Jadikan pesisir Anyer, Carita, situs Kesultanan Banten Lama, hingga KEK Tanjung Lesung sebagai satu kesatuan panggung festival kebudayaan yang mampu menarik minat ratusan ribu kaum urban Jabodetabek,” ujar Intan di Tangerang Selatan, Jumat (21/08/2026).
Menurut Intan, Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota harus bisa melibatkan masyarakat dan mahasiswa untuk , mengambil peran penting dalam acara HUT Banten tersebut.
Melalui inovasi kolaborasi lintas wilayah ini, perayaan hari jadi tidak akan lagi menjadi pos pemborosan anggaran titipan, melainkan bertransformasi menjadi mesin pencetak uang baru bagi daerah melalui sektor pariwisata berbasis budaya dan alam. (Wisnu Bangun)

