leonews.co.id
Berita Pilihan Headline

1500 Santri Istighosah Tolak Perusahaan Penggemukan Ayam Broiler

Kendaraan massa penolakan perusahaan penggemukan ayam boiler berjajar di uka pPonpes Sabilurrahman Kota serang, Minggu 18 Desember 2022. (Foto leonews.co.id\0
Share this article

KOTA SERANG (leonews.co.id) – Sedikitnya 1500 santri dan perwakilan wali santri Pondok Pesantren (Ponpes) “Sabilurrahman” di Kelurahan Pasuluhan, Kecamatan Walantaka, Kota Serang, Provinsi Banten melakukan istighosah Minggu 18 Desember 2022. Hal itu dilakukan sebagai bentuk protes untuk melakukan penolakan terhadap perusahaan penggemukan ayam yang berdekatan dengan lembaga pendidikan islam tersebut.

Protes yang dilakukan itu, juga dihadiri oleh sejumlah warga kelurahan setempat, serta sejumlah perwakilan Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Kecamatan Walantaka termasuk anggota DPRD Provinsi Banten. Juheni M. Tois serta anggota DPRD Kota Serang Ratu Lia.

Ruhijat, salah seorang perwakilan warga mengatakan, pihak pesantren menginisiasi protes terhadap perusahaan penggemukan ayam broiler tersebut, karena berdampak langsung terhadap santri yang dibinanya. “Jarak dari perusahaan itu, dengan pesantren sangat dekat. Kira-kira kurang dari 500 meter,” katanya.

Sementara Pimpinan  Ponpes Sabilurrahman, H Ofa musthofa Abdurrahman, mengaku bahwa kegiatan belajar dan mengajar termasuk sholat para santri mulai terganggu sejak keberadaan perusahaan tersebut. Dia menyebutkan sebagian besar santri didikannya mengalami gatal-gatal di sekujur tubuh selama dua bulan terakhir. Terutama pasca hadirnya perusahan penggemukan ayam tersebut.

Menurut Ofa, seperti lazimnya perusahaan sejenis, dengan jumlah kapsitas besar, tentu berdampak akan menimbulkan aroma tidak sedap yang sangat menyengat termasuk lalat.  “Tadi kami melakukan Istighosah yang diikuti oleh seluruh santri yang jumlahnya sekitar 400 ditambah perwakilan ibu-bapa yang jumlahnya 1.000 dan warga sekitar,” tuturnya seraya menambahkan agar Pemerintah Kota Serang, dapat memberikkan  perhatian khusus terhadap kondisi ini.

Untuk diketahui Isghosah dan sambutan dilakukan sejak pukul 08.00 hingga pukul 10.00 WIB. Dari pantauan terlihak sejumlah spanduk penolakan usaha penggemukan ayam broiler itu, terpasang berjajar di bagian depan halaman Ponpes.

Editor : Wisnu Bangun


Share this article

Related posts