Jessica Jung, Digugat 6,5 juta dollar

Share this article

JAKARTA (leonews.co.id) – Nama Jessica Jung,  tiba-tiba melambung ke langit bak roket selama beberapa hari terakhir. Namanya menjadi tranding topic setelah perusahan Brand fashion BLANC & ECLARE yang didirikan bareng kekasihnya Tyler Kwon menunggak pembayaran hutang.

Gak tanggung-tanggung,  perusahaan peminjam yakni Spectra SPC pada Oktober 2016 menggugat pembayaran sebesar 6,5 juta dollar (sekitar Rp 93 miliar). BLANC & ECLARE sebagai brand fashion yang didirikan saat masih tergabung dalam grup Girls’ Generations pada 2014.

Laporan gugatan ini, dibagikan Onsen, Selasa 28  September 2021. Dalam laporan tersebut, disebutkan bahwa BLANC Group, yang menaungi BLANC & ECLARE meminjam 3 juta dollar dari Spectra SPC pada Oktober 2016.

Setahun setelah itu, BLANC Group kembali meminjam 1 juta dollar pada Mei 2017. Pinjaman tersebut dialihkan ke Joy King Enterprise pada Agustus 2021, yang akhirnya mengajukan gugatan kepada BLANC & ECLARE karena telat membayar uang dan bunga pinjaman sebesar 6,5 juta dollar.

Merasa diperlakukan tidak adil, kekasih Jessica Jung,  yakni Tyler Kwon selaku CEO Coridel Entertainment di hari yang sama melakukan klarifikasi melalui MyDaily. Dia menyebutkan, gugatan Joy King Enterprise kepada BLANC & ECLARE bukan pinjaman pribadi Jessica Jung.

Menurutnya, gugatan tersebut muncul karena uang pinjaman BLANC Group ditransfer kepada kreditor baru. “Sebenarnya dapat mudah diselesaikan,” kata Tyler Kwon, seperti dilansir dari Soompi.

Dia juga menyebutkan, pinjaman BLANC Group bukan hutang pribadi Jessica Jung. “Ini bukan hutang pribadi Jessica, tetapi pinjaman yang dibuat untuk perusahaan (BLANC & ECLARE). Karakternya telah difitnah,” tegas Tyler Kwon.

Tyler Kwon menceritakan, persoalan ini muncul bermula pinjaman sebesar 4 juta dollar dari Spectra SPC. Selanjutnya Spectra SPC mentransfer pinjaman tersebut kepada Joy King Enterprise pada Agustus 2021.

Setelah satu bulan, Joy King Enterprise tiba-tiba menuntut BLANC & ECLARE membayar 6,5 juta dollar yang sudah termasuk bunga pinjaman dalam waktu dua minggu.  “Setelah kami pertama kali menerima pinjaman dari Spectra SPC pada 2016, kami rajin melunasi pinjaman selama sekitar tiga tahun,” tuturnya.

Pada 2020, karena situasi COVID-19 tuturnya, melalui kesepakatan dengan Spectra SPC masa pinjamn hutang dapat diperpanjang. “Namun, pada bulan Agustus, pinjaman tersebut ditransfer ke Joy King Enterprise, dan tanpa kami sadari pinjaman telah ditransfer, Joy King Enterprise tiba-tiba menghubungi kami mengatakan “Bayar pinjaman dalam waktu dua minggu,” tuturnya.

Joy King Enterprise bersikeras meminta BLANC & ECLARE membayar uang dan bunga pinjaman dalam waktu dua minggu. Padahal sebelumnya, telah mencapai kesepakatan dengan Spectra SPC untuk memperpanjang waktu pinjaman.

“Karena September memiliki hari libur nasional, kami mengatakan jika mereka memberikan lebih banyak waktu, kami dapat menyelesaikan seluruh masalah, tapi mereka bersikeras kami membayar semuanya dalam dua minggu,” ungkap Tyler Kwon.

Tyler Kwon mengatakan, tindakan yang dilakukan tersebut terlalu berlebihan. “Ini adalah pinjaman yang dapat dengan mudah dilunasi, tapi membayar seluruh pinjaman ditambah bunga hanya dalam dua minggu, tepat setelah transfer pinjaman, memang  berlebihan,” tuturnya.

 

Editor : Wisnu Bangun


Share this article

Related posts

Catatan Wisnu Bangun: Ada Penyumbatan di Ujung-ujung Pembuluh Darah

Bupati Tangerang Tinjau Lokasi Banjir dan Serahkan Bantuan Logistik

BKD Banten Ancam Pecat Pegawai yang Terlibat Pungli P3K, di DPUPR