leonews.co.id – Rumah Sakit Mata Achmad Wardi (RSAW) di Koa Serang Provinsi Banten kembali menambah fasilitas umum bagi pengunjung. Fasilitas tersebut berupa masjid, kantin (foodcourt), hingga perluasan lahan parkir.
Direktur Utama RS Mata Achmad Wardi BwI-DD Moh Badrus Sholeh mengatakan, penambahan fasilitas umum tersebut merupakan hasil dari surplus wakaf para donatur.
“Yang utama itu masjid, kemudian foodcourt, termasuk lahan parkir dan ini merupakan hasil surplus wakaf, yang nantinya akan kami kembalikan untuk kebermanfaatan masyarakat,” katanya, saat konferensi pers usai meresmikan Masjid As-Syifa di RSAW, Rabu 25 Mei 2022.
Masjid tersebut dibangun seluas 6×7 meter persegi dengan kapasitas mencapai 40 orang jamaah. “Masjid ini juga sudah ramah lansia dan disabilitas, mulai dari akses pintu masuk (kursi roda), hingga tempat berwudhu dan washtafel,” ujarnya.
Sementara untuk perluasan lahan parkir, lanjut Badrus, setiap harinya kunjungan pasien ke Rumah Sakit Mata Achmad Wardi mencapai 120 orang, bahkan lebih. “Makanya sebagian kami jadwalkan agar tidak ada penumpukan pasien di rumah sakit,” ucapnya.
Badrus Sholeh menjelaskan, pasien di RS ini, katarak masih menjadi yang paling mendominasi. Kemudian, retina, glaukoma, hingga infeksi dan beberapa kasus lainnya yang menyangkut kesehatan mata.
“Kasus terbanyak katarak, kemudian komplikasinya mengarah ke retina dan glukoama, dan infeksi lainnya,” tuturnya.
Tak hanya itu, dia juga menargetkan pada 2025 mendatang Rumah Sakit Mata Achmad Wardi bisa menjadi rumah sakit mata rujukan se Provinsi Banten.
“Mudah-mudahan 2025 RSAW ini jadi rumah sakit rujukan di Provinsi Banten. Kami juga berencana untuk menjadikan RSAW ini menjadi rumah sakit pendidikan dan menarik tenaga kesehatan serta dokter dari Universitas Indonesia (UI),” ucapnya.
Sementara itu, Direktur PT Rumah Sakit Terpadu Serang Erwin Muhtaruddin mengatakan, RSAW merupakan satu-satunya rumah sakit berbasis wakaf pertama di Indonesia.
“Bahkan Asia, sehingga bukan hanya pelayanan yang diberikan tapi juga membantu masyarakat. Termasuk membayarkan iuran BPJS hingga 1.000 warta di sekitar rumah sakit,” ujarnya. (Humas RSAW/Addin/Red02)