“Nadira” Seekor Elang Jawa, Dilepas Liarkan di Puncak Gunung Halimun

Wakil Bupati Lebak, Provinsi Banten, Ade Sumardi saat acara pelepaliarkan Nadi, si Elang Jawa di Puncak Gunung Halimun Salak Selasa 17 November 2021. (Foto Bidang Humas Kabupaten Lebak/Nasri)

Share this article

LEBAK (leonews.co.id) – Seekor Elang Jawa dilepaskan liarkan di Puncak Gunung Halimun Salak, tepatnya di wilayah Desa Majasari,  Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak , Provinsi Banten, Selasa 16 November 2021. Pelepasan dilakukan oleh Wakil Bupati Lebak, Ade Sumardi didampingi Kepala Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) Ahmad Munawir dan disaksikan oleh para Kepala OPD Pemkab Lebak , Muspika Kecamatan  Sobang dan Lebak Gedong serta  Paguyuban Saija Adinda.

Sebelum dlakukan pelepasan Elang Jawa betina itu diberi nama “Nadira”. Dalam acara itu, dilaksanakan juga penanaman  secara simbolis 1300 bibit pohon dan  penandatanganan perjanjian kerjasama kemitraan konservasi antara Balai TNGHS dengan Cihambali Lestari.

Kegiatan ini, dilakukan dalam acara Environmental Campaign (Kampanye Lingkungan) Tahun 2021, sekali gus memperingati Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN), Hari Cinta Pispa Dan Satwa Nasional (HCPSN) dan Hari Pahlawan. Selanjutnya Nadira terbang melambung ke angkasa, meliuk-liuk di Puncak Gunung Halimun.

” Semoga Nadira akan hidup dan akan beradaptasi dengan alam bebas serta memiliki keturunan yang bagus. Diharapkan Nadira akan menemui jodohnya dan akan menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke lebak dengan kekayaan ekosistemnya” Ungkap Ade Sumardi.

Dia meminta kepada masyarakat untuk menjadi pejuang lingkungan dengan berperan aktif dalam menyelamatkan ekosistem alam dengan tidak merusak alam. Tidak hanya itu, saya meminta kepada siapapun untuk menghentikan  perburuan satwa dilingkungan TNGHS maupun diluar TNGHS,” tegasnya.

Sementara Kepala Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS),  Ahmad Munawir,  menjelaskan burung elang merupakan top predator atau urutan teratas dalam rantai makanan didunia hewan, sehingga kepunahannya dapat menggangu ekosistem yang ada.

“Burung ini sudah sangat langka di alam, mungkin akibat tingkah laku kita juga manusia sebenarnya. Alhamdulillah hari ini kita akan bebaskan kembali ke alam, merdeka di alam. Burung Elang ini, merupakan top predator untuk penyeimbang ekosistem ” Ungkapnya.

Penulis           : Nasri

Editor             : Dina Keristiana

Sumber data,  Bidang Humas Kabupaten Lebak


Share this article

Related posts

Bupati Tangerang Pimpin Doa Bersama Untuk Kelancaran Proses Pemadaman dan Keselamatan

Wisata Sejarah di Kemegahan Mercusuar Anyer, Saksi Bisu Titik Nol Kilometer yang Tetap Kokoh Berdiri

Kota Tangerang Pukau Yogyakarta dengan Kuliner Khas dan Potensi Investasi di Pameran Nusantara