Bea Cukai Rokok Naik 12% Pada Awal Tahun

Share this article

JAKARTA (leonews.co.id) – Presiden Joko Widodo menyetujui kenaikan cukai rokok, dengan rata-rata 12 persen. Cukai Rokok naik 12 persen berlaku pada tahun 2022. 

Demikian dikatakan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam  konferensi pers.   “Hari ini dalam rapat koordinasi dengan Mentri, Presiden Joko Widodo menyetujui kenaikan cukai rokok, dengan rata-rata 12 persen,” katanya Jakarta, Senin (13/12/2021).

Menurut Sri Mulyani, terjadi kenaikan yang berbeda antara pabrik yang menggunakan mesin dengan yang menggunakan tangan, ” Kenaikan berbeda antara rokok buatan mesin dan buatan tangan,” jelasnya.

Setelah adanya konferensi pers tersebut, akhirnya pemerintah mengeluarkan biaya cukai rokok yang baru. Yaitu, Cukai rokok pada Sigaret Kretek Mesin (SKM) 1 naik 13,9 % (Rp. 865 menjadi Rp. 985. Sehingga kenaikan Harga Jual Eceran (HJE) per bungkus isi 20 menjadi Rp. 38.100, minimal HJE perbatang juga naik menjadi Rp. 1.905.

Selanjutnya, Cukai rokok SKM II A dan II B mengalami kenaikan 12,1 % dan 14,3 %, akibatnya tarif cukai keduanya kini sama menjadi Rp. 600. Harga jual perbungkus isi 20 batang pada golongan SKM II A turun menjadi Rp 22.800 dari Rp. 25.500, sedangkan II B mengalami kenaikan menjadi Rp. 22.800 dari Rp. 20.400.

Jenis rokok golongan Sigaret Putih Mesin (SPM) I mengalami kenaikan cukai sebesar 13,9 % (Rp. 1.065 dari semula Rp. 935). Harga jual perbungkus isi 20 batang menjadi Rp. 40.100, sedangkan harga satuan menjadi Rp. 2.005.

Rokok golongan SPM II A dan II B mengalami kenaikan cukai 12,4% dan 14,4%. Tarif keduanya kini menjadi Rp. 635 dari semua SPM II A dan SPM II B menjadi Rp. 555. Harga jual perbungkus isi 20 batang menjadi Rp. 22.700, mengalai penyesuaian dari Rp. 29.700 untuk SPM II A dan Rp. 20.300 untuk SPM II B.

Golongan Sigaret Kretek Tangan (SKT) naik tidak lebih dari 5%, namun harga rokok tetap mengalami kenaikan. Golongan SKT I A kenaikan cukai menjadi Rp. 345, harga jual perbungkus menjadi Rp. 22.700, sedangkan harga satuan naik menjadi Rp. 1.635.

Golongan SKT I B mengalami kenaikan cukai Rp. 345, harga jual perbungkus menjadi Rp. 22.700 sedangkan harga satuan menjadi Rp. 1.135. Golongan SKT II naik 2,5%, dengan harga jual perbungkus isi 20 menjadi Rp. 12.000, sedangkan harga satuan menjadi Rp. 600.

Golongan SKT III mengalami kenaikan cukai 4,5% dengan harga jual perbungkus isi 20 Rp. 10.100, sedangkan harga satuan menjadi Rp. 505.

Bea cukai tersebut akan di terapkan pada tahun depan. “Ini adalah tarif cukai baru yang akan berlaku mulai bulan Januari 2022 mendatang,” ujarnya. (Addin/Red02)


Share this article

Related posts

26 Tahun Mengabdi Pada Negeri, Dimyati Natakusumah Adalah Cermin Keteladanan Orang Tua dan Budaya Banten

Satu Dekade Bank Banten, Pengamat: Jangan Klaim ‘Karpet Merah’ Pemda Sebagai Prestasi Kerja

Sipitak dari Hokian: Kisah Ketulusan dan Kedermawanan Julianto Limans