Leonews.co.id – hamper dua pertiga lahan persawahan di provinsi Banten mengalami kekeringan akibat kemarau Panjang.
Dinas Pertanian setempat mencatat, setidaknya terdapat 2.263 hektare (ha) areal persawahan mengalami kekeringan.
Dari jumlah itu, sekitar 1.780 ha masuk dalam kategori kekeringan ringan, 388,5 ha sedang dan 71 ha dalam kondisi kekeringan berat.
Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten M Agus Tauchid, mengatakan, banyak petani yang memaksaka diri melakukan tanam dalam kondisi yang tidak bersahabat.
“Mereka berharap akan segera turun hujan,” tutur Agus dikutip Kamis 31 Austus 2023.
Dia menyebutkan, areal persawahan terluas yang mengalami kekeringan yakni di wilayah Kabupaten Serang yang mencapai 1.079 ha.
Setelah itu kekeringan kedua yang juga jukup luas terjadi di wilayah Kabupaten Tangerang dengan luas 563,5 ha.
Sedangkan di Kabupaten Pandeglang yang mengalami kekeringan seluas 341 ha, Lebak 165 ha dan Kota Serang 115 ha.
Agus meyakini, bahwa masih ada peluan g untuk dilakukan panen.
Menurutnya, untuk mengantisipasi agar tidak terjadi gagal panen, pihak Pemprov Banten sedang melakukan pompanisasi terhadat persawahan yang dekat dengan sumber air permukaan.
Sedangkan bagi areal persawahan yang berada di kawasan tadah hujan atau tidak ada sumber air permukaan, pihak Pemrov Banten membuatkan sumur bor.
“Mitigasi yang dilakukan oleh dinas melakukan tindakan yang situasi (kekeringan ) ringan,” katanya.***