Leonews.co.id – Jelang Pemilu 2024, acara Badan Silaturahmi Ulama Pesantren se-Madura (BASSRA) di Pamekasan, diwarnai isu politik Minggu, 28 Mey 2023.
Menteri Politik Hukum dan Keamanan (Polhukam), Mahfud MD yang diundang dalam acara tersebut mengingatkan, pada 2024 mendatang akan diadakan Pemilihan Umum (Pemilu),
Momen tersebut kata Mahfud sebagai bentuk dari negara demokrasi untuk memilih wakil rakyat dan presiden berserta wakilnya.
“Pemilu yang akan kita hadapi nanti, tujuannya untuk mencari pemimpin dan wakil rakyat kita yang bagus,” kata Mahfud, dikutip dari Instagram pribadinya Minggu, 28 Mey 2023.
Mahfud mengaku bahwa Dia diundang BASSRA untuk memberikan orasi kebangsaan di acara itu.
Kepada para ulama dan masyayikh, kata Mahfud, bahwa Pemilu yang akan diselenggarakan pada 2024 tujuannya untuk mencari pemimpin dan wakil rakyat kita yang bagus.
Karena itu, diingatkan jika pilihan berbeda, tidak usah bermusuhan satu sama lainnya.
“Saya ingin agar ulama ikut mengingatkan masyarakat supaya tidak sampai terpecah hanya masalah politik elektorat,” tuturnya.
Jadi, lanjutnya, kalau anda mendukung si A dan yang satunya dukung si B, ya dukung saja, tidak usah berselisih.
“Karena apa? Karena kita sama-sama mencari pemimpin yang baik,” kata putra Madura ini.
Menurut Mahfud, siapapun yang menang harus diterima sebagai konsekuensi dari kehidupan berkonstitusi, karena Pemilu itu mencari pemimpin, bukan cari musuh.
Senada dengan itu, Sekretaris Bassra K.H. Syafik Rofii, juga meberikan tausiah politik.
Dia mengajak semua pihak, elemen masyarakat Madura, untuk menjaga kondusivitas pelaksanaan Pemilu 2024.
“Harus saling saling menghormati perbedaan pandangan dan dukungan,” tegasnya.
Menurutnya, Bassra secara kelembagaan tidak berpihak kepada salah satu kandidat mana pun.***