22 Tahun Lepas Dari Pelukan Provinsi Jawa Barat

Mahasiswa diamankan petugas setelah berhasil menerobos Ruang Paripurna DPRD di HUT Banten ke 22. (Foto : Banten Raya)

Share this article

Rangkaian memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Banten ke 22, ditandai dengan Rapat Paripurna di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat. Hal ini, biasa dilakukan dari tahun ke tahun tanpa perubahan, termasuk penjagaan ketat oleh aparat kepolisian yang membuat suasana peringatan bahagia itu jadi mencekam.

Seperti biasa, paripurna dalam memperingati HUT Banten tersebut, dihadiri oleh seluruh anggota DPRD,  walau beberapa diantaranya ada yang mengaku dalam kondisi yang kurang sehat dan juga  Gubernur. Selanjutnya ada juga Kapolda, Danrem, Kajati dan kepala kantor perwakilan pemerintah pertikal yang berkegiatan di wilayah Provinsi Banten.

Dari pemerintahan daerah tingkat dua, hadir kepala daerah yang berada di  delapan kabupaten kota, termasuk komandan batalyon sejumlah angkatan dari TNI,  di antaranya Danyon Kopassus. Sementara dari kalangan masyarakat sipil, dihadiri oleh para tokoh agama, pemuka masyarakat dan kaum pelajar.

Dalam acara paripurna ini, seperti yang sudah terjadi pada tahun-tahun sebelumnya, gubernur akan melaporkan perkembangan kinerja dan perkembangan situasi daerah kepada DPRD. Sementara pihak DPRD selanjutnya, selain memberikan apresiasi terhadap apa yang dilaporkan oleh gubernur akan juga memberikan masukan bagi situasi daerah agar lebih baik, dan sesekali ada riuh tepuk tangan oleh hadirin.

Acara parpurna di HUT ke 22 kemarin sempat terjadi insiden. Hal ini setelah dua mahasiswa di tribun atas ruangan paripurna meneriakan “Selamat HUT Banten yang gini-gini aja”.

Peristiwa terjadi saat Ketua DPRD Banten Andra Soni, akan membuka rapat paripurna. Bersamaan dengan itu, dua mahasiswa tersebut melempar sejumlah lembar agitasi ke arah anggota DPRD dan tamu undangan yang berada di bawah.

Di luar gedung tempat penyelenggaraan paripurna berlangsung,  seperti yang terjadi pada tahun sebelumnya pihak kepolisian bersenjata melakukan penjagaan di sejumlah tempat. Sementra itu Rotator lampu di atas kabin mobil polisi yang menyilaukan mata, terus berkedip mewarnai situasi seolah dalam keadaan tidak aman.

Seorang perempuan yang melintas di depan Gedung DPRD Banten, bertanya kepada seorang petugas kepolisian yang sedang berjaga. “Ada apa pak, kok banyak polisi berjaga menggunakan senjata”

“Och, nggak bu, lagi ada paripurna dalam rangka HUT Banten,” jawab seorang petugas.

Rangkaian acara HUT Banten, ke 22 yang berlangsung pada 4 Oktober 2022 kemarin,  selain diadakan paripurna, juga melakukan ziarah ke Makam Pahlawan Maulana Yusuf, di Kota Serang.  Tidak terlihat ada rangkaian acara, kunjungan ziarah ke makam para yang berjibaku memperjuangkan terbentuknya Provinsi Banten, saat itu.

“Umpamanya ziarah ke makam H Uwes Qorny,  yang saat itu bersama kawan-kawan secara gigih memperjuangkan agar Banten menjadi provinsi sendiri.  Atau juga mengunjungi kerabat pejuang yang lain, yang saat itu juga berjibaku memperjuangkan Provinsi Banten,” kata Darmawan Hadiguna, salah seorang pengamat dari Tangerang.

Tanggal 4 Oktober menjadi hari paling bersejarah bagi masyarakat di Provinsi Banten. Karena pada tanggal itulah puncak dari perjuangan seluruh masyarakat di ujung Pulau Jawa di bagian Selatan itu memperjuangkan kemandiriannya untuk lepas dari pelukan Provinsi Jawa Barat.

Tanggal 4 Oktober 2000, dua puluh dua tahun lalu, sorak kegembiraan puluhan ribu masyarakat Banten pecah di Gedung DPR-RI Senayan, Jakarta. Bahkan ada diantara mereka yang menangis haru sambil berpelukan, karena apa yang diperjuangkan selama puluhan tahun membuahkan hasil.

Saat itu, mereka sedang menunggu hasil Sidang Paripurna  DPR-RI untuk pengesahan Banten menjadi Provinsi. Karena terbatasnya kapasitas ruangan, sebagian masyarakat ada yang menunggu di luar gedung sambil mendengarkan proses sidang berlangsung melalui pengeras suara

Setelah menunggu cukup lama dan menegangangkan, akhirnya sidang memutuskan bahwa Banten menjadi provinsi sendiri berdasarkan UU No. 23 Tahun 2000 tertanggal 17 Oktober tahun 2000. Kendati demikian puncak perayaan keberhasilan perjuangan masyarakat Banten, memisahkan diri dari Provinsi Jawa Barat tersebut, dilakukan pada  tanggal 4 Oktober 2000 yang selanjutnya ditetapkan menjadi Hari Lahirnya Provinsi Banten (HUT Banten).  (Wisnu Bangun)

 

 

 

 


Share this article

Related posts

Satu Dekade Bank Banten, Pengamat: Jangan Klaim ‘Karpet Merah’ Pemda Sebagai Prestasi Kerja

Sipitak dari Hokian: Kisah Ketulusan dan Kedermawanan Julianto Limans

Krisis Air Bersih Menahun di Serang Utara, DPRD Didesak Kunci Anggaran Tandon Desa dan Pipa PDAM pada APBD 2027