SERANG (leonews.co.id) – Pimpinan Daerah Komite Pemuda Nasional Indonesia (DPD KNPI) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten, meluruskan polemic tentang dana hibah Rp 1 miliar, tahun anggaran 2021. Dana tersebut, dikui oleh Ketua KNPI Banten Ali Hanafiah, sebagai support pemerintah terhadap oraginisasi pemuda yang dipimpinnya.
Namun belakanagan, bantuan tersebut menjadi polemic dan menggangu kenyamanan setiap anggota dan pengurus KNPI Banten. Atas beredarnya berbagai isu polemic tersebut, pihak KNPI selanjutnya menjelaskan perkara sebenarnya, agar tak menimbulkan prasangka terhadap, lajunya roda organisasi.
Hali Hanafiah mengakui benar adanya, bahwa pihak KNPI Banten telah menerima bantuan hibah dari Pemerintah Provinsi Banten. Uang hibah tersebut jumlahnya Rp 1 miliar, pada tahun anggaran 2021.
Menurut Ali, uang tersebut, merupakan support dari pemerintah Provinsi Banten dan diberikan secara kelembagaan untuk KNPI. “Uang yang diterima oleh pihak KNPI itu, sepenuhnya untuk menjunjang kegiatan dan program KNPI Banten,” kata Ishak.
Dari jumlah itu, pihak KNPI Banten, juga telah membuat laporan penggunaan sebagai pertanggungjawaban. Rinciannya kata Ishak, hanya digunakan 60 persen (Rp600 juta) dari jumlah yang diterima.
Sedangkan sisanya 40 persen (Rp400 juta), karena tidak digunakan, selanjutnya dikembalikan lagi ke Pemerintah Provinsi Banten.
Disebutkannya, dana Rp 600 juta tersebut, oleh pihak organisasi KNPI Banten, telah dipergunakan untuk sejumlah kegiatan. Diantaranya, bimbingan teknis kepemimpinan, pembinaan organisasi kepemudaan (OKP), Buka Puasa Bersama, Peringatan Hari Sumpah Pemuda dan keperluan administrasi kesekretariatan lainnya.
“Sebetulnya ada banyak lagi kegiatan dan program kerja yang dilaksanakan KNPI Banten, namun kami tidak bergantung pada Dana Hibah, hanya sebagiannya saja yang tercover oleh Anggaran Dana Hibah itu,” jelas Ali.
Ali juga menuturkan, dikembalikannya sisa Dana Hibah yang diterima oleh KNPI ke Pemerintah Provinsi Banten, sebagai niat baik dan kepedulian KNPI Banten kepada masyarakat ditengah situasi covid 19.
“Bukan kami (KNPI Banten-Red) tidak membutuhkan anggaran maksimal. Tetapi kondisi covid ini harus menjadi perhatian bersama,” kata Ali Hanafiah mengakhiri.
Editor : Wisnu Bangun