Siapa Sebenarnya Habib Bahar Smith

Share this article

 

JAKARTA (leonews.co.id)  – Habib Bahar Smith  kembali menjadi sorotan dan mewarnai isi berita hampir seluruh media massa dan media social. Ha ini setelah Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Bandung,  yang  mengadilinya dalam  perkara gugatan pencabutan asimilasinya,‎ menyatakan pencabutan gugatan asimilasi oleh Kanwil Kemenkum HAM Jabar tidak sah.

Pada 16 Mei 2020 lalu, Habib Bahar bin Smith dibebaskan lebih awal ari vonis Hakim karena Program Pembebasan Bersyarat Asimilasi yang diselenggarakan oleh Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly. Namun tiga hari setelah itu, Bahar kembali ditangkap, dengan sangkaan melanggar Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) saat melakukan ceramah.

Senin  21 Desember 2021, Kepala Bidang Hubungan Masarakat (Kabid Humas)  Polda Metro Jaya,  Kombes Endra Zulpan, menyamaikan bahwa Bahar, kembali berurusan denga hokum. Dia dilaporkan  ke Polda Metro Jaya,  oleh seorang mahasiswa  dengan inisial TN atas dugaan ujaran kebencian.

“Benar, yang bersangkutan dilaporkan oleh pelapor berinisial TN, pekerjaan pelajar/mahasiswa. Nomor laporan polisi: LP/B/6354/XII/2021/SPKT/Polda Metro Jaya, pada 17 Desember 2021 dalam kasus tindakan pidana dengan menyebarkan ujaran kebencian,” kata Endra Zulpan.

Endra juga tak merinci tentang ujaran kebencian dimaksud. Namun sejumlah potongan orang yang dikenal sebagai Habib Bahar Smith tersebut, belakangan viral di media sosial.

Diantaranya tentang sindirannya kepada KSAD Jenderal Dudung Andurachman. tampak Habib Bahar mempertanyakan dedikasi orang nomor satu di TNI Angkatan Darat itu sewaktu terjadi erupsi Gunung Semeru.

Dia menilai Jenderal Dudung tidak turut serta membantu masyarakat yang tertimpa bencana.
“Mana yang kemarin nurunin balihonya Habib Rizieq? Mana Jenderal baliho mana yang kemarin nurunin baliho Habib Rizieq? Yang kemarin ngomong bubarkan saja FPI, mana kok nggak keliatan di Semeru? Mana!!! Dudung, Dudung…,” ujar Habib Bahar dalam unggahan  video yang menyebar, tersebut.

Habib juga memperotes Kasad, Jenderal Dudung yang menjadikan OPM sebagai saudara sementara kepada FPI Jenderal Dudung seolah begitu garang.
“Giliran sama ormas Islam galak. Sama OPM yang jelas-jelas teroris, separatis ‘itu saudara kita’, ‘mereka saudara kita, harus kita rangkul’. Eh kemarin Mahfud Md langsung ngomong depan dia, ‘OPM bukan saudara kita,” kata Habib Bahar.

Tidak hanya itu, dalam video Bahar Smith yang beredar tersebut, mengancam akan menghabisi pengkhianat Habib Rizieq Shihab. Video tersebut,  direkam saat Bahar berceramah di Kranji, Jakarta Timur, dalam rangka Maulid Nabi Muhammad SAW beberapa waktu lalu.

Bahar Smith berceramah di depan sejumlah pengikutnya setelah bebas dari Lapas Kelas II A Gunung Sindur, Bogor, pada minggu (21/11) lalu. Dalam ceramahnya itu, Habib Bahar Smith menyatakan akan menghabisi orang yang mengkhianati Habib Rizieq.

“Oleh karena itu, saya sampaikan, ente orang, saya nggak bahas pemerintah, ente orang para habaib, para kiai, para ulama, siapa pun ente, mau ente anaknya wali, mau ente anaknya ulama, ente mengkhianati Habib Rizieq, bakal ana habisi satu-satu,” kata Habib Bahar dalam ceramah itu.  Ujaran dalam video tersebut,  langsung  disambut “Allahuakbar,” sorak peserta.

Dikutip dari suara.com, Habib Bahar bin Smith lahir di Manado, 23 Juli 1985. Dia terlahir sebagai anak pertama dari tujuh bersaudara.

Bahar merupakan keturunan dari keluarga Arab Hadhrami golongan Alawiyyin,  bermarga Aal bin Sumaith. Ayahnya bernama Sayyid Ali bin Alwi bin Smith dan ibunya bernama Isnawati Ali.

Bahar mempunyai enam orang adik,  tiga di antaranya Ja’far bin Smith, Sakinah Smith dan Zein bin Smith.

Pada tahun 2009 yang lalu, Bahar bin Smith menikahi seorang Syarifah bermarga Aal Balghaits bernama Fadlun Faisal Balghoits.

Pernikahannya  dengan Fadlun tersebut, Bahar dikaruniai empat anak, masing-masing  Sayyid Maulana Malik Ibrahim bin Smith, Syarifah Aliyah Zharah Hayat Smith, Syarifah Ghaziyatul Gaza Smith  dan Sayyid Muhammad Rizieq Ali bin Smith.

Anak bungsu anaknya lahir 4 Februari 2018, dinamai Muhammad Rizieq Ali. Nama itu disematkan putra bungsunya sebagai penghormatan kepada gurunya, Muhammad Rizieq Shihab, dan bentuk tawassul kepada leluhurnya, yaitu Ali bin Abi Thalib.

Habib Bahar bin Smith merupakan ulama dan pendakwah Indonesia asal Manado, Sulawesi Utara. Bahar juga merupakan pemimpin dan pendiri Majelis Pembela Rasulullah yang berkantor pusat di Pondok Aren, Tangerang Selatan DI Provinsi Banten.

Selain di Banten, Bahar juga memiliki Pondok peasntren di Kemang, Bogor, dengan nama  Pondok Pesantren Tajul Alawiyyin.

 

Penulis            : Nasri

Editor               : Wisnu Bangun


Share this article

Related posts

26 Tahun Mengabdi Pada Negeri, Dimyati Natakusumah Adalah Cermin Keteladanan Orang Tua dan Budaya Banten

Satu Dekade Bank Banten, Pengamat: Jangan Klaim ‘Karpet Merah’ Pemda Sebagai Prestasi Kerja

Sipitak dari Hokian: Kisah Ketulusan dan Kedermawanan Julianto Limans