leonews.co.id
Berita Pilihan Parlementaria Peristiwa

Dinkes Lebak : Vaksinasi Covid 19 Dimulai Januari 2021

Share this article

LEBAK (leonews.co.id) – Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak memprediksi vaksinasi Covid-19 akan dimulai pada Januari 2021. Sasaran pertama ialah mereka yang beresiko tinggi tertular.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Lebak, Triatno Supiyono menerangkan, pada tahap pertama vaksin akan diberikan kepada petugas kesehatan, TNI, Polri, Satpol PP dan petugas lainnya yang berhadapan langsung dengan penanganan Covid-19.

“Kita dapat jatah berapa, kami belum tahu, tapi tahap pertama diprioritaskan untuk petugas-petugas yang berhadapan langsung dengan penanganan karena mereka punya risiko tinggi tertular,” kata Triatno kepada wartawan, Sabtu, (5/12/20).

“Informasi yang kami dapat bulan Januari, mudah-mudahan di minggu ketiga. Tapi itu belum bisa dipastikan karena kami juga belum tahu berapa kita dapat alokasi vaksinnya,” tambahnya.

Sosialisasi mengenai pelaksanaan vaksinasi, sambung Triatno, memang sudah harus dilakukan sejak sekarang oleh pemerintah daerah. Kata dia, jika minimal 80 persen penduduk di sebuah daerah sudah divaksin, kemungkinan dapat menekan penyebaran virus.

“Kalau soal anggaran vaksinasi saya belum tahu, karena mungkin terkait dengan pengadaan dan distribusi itu di Pemerintah Pusat,” imbuhnya.

Sementara itu, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Lebak dr Firman Rahmatullah mengatakan bahwa jumlah kasus pasien COVID-19 di Kabupaten Lebak, Banten sampai dengan Kamis (3/12) mencapai 423 orang dan dilaporkan  15 orang meninggal dunia.

“Kita bekerja terus untuk pengendalian virus corona agar tidak meningkat,” dr Firman Rahmatullah 

Ia mengatakan penyebaran kasus COVID-19 di Kabupaten Lebak masih terjadi akibat ketidakdisiplinan menerapkan protokol kesehatan dengan memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.

“Selama ini, masih banyak ditemukan warga tidak memakai masker juga berkerumun, sehingga berpotensi penularan Corona,” papar Firman

Namun demikian, pihaknya mengapresiasi saat ini penyebaran COVID-19 di daerah ini masih berstatus “oranye” dan di bawah 500 orang.

“Kami mendorong semua warga dapat disiplin menerapkan protokol kesehatan dengan 3M guna mengendalikan penularan Corona itu,” katanya menjelaskan. (Nasri)


Share this article

Related posts