leonews.co.id
Pariwisata

Bali Sebagai Tulang Punggung Wisata Nasional Mengalami Keropos

SERANG (leonews.co.id) – Nampaknya pemerintah harus melakukan langkah antisipasi secara cepat terhadap anjloknya kunjungan wisata ke Provinsi Bali. Bali yang beberapa tahun sebelumnya menjadi tulang punggung pariwisata nasional kini mengalami “ gejala kropos tulang”.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, yang dilansir CNBC, jumlah Wisatawan Mancanegara (Wisman) menuju pulau dewata itu turun 1,29% dibanding periode yang sama di tahun sebelumnya (semester I-2018), atau yang datang langsung ke Bali pada semester I-2019 hanya sebanyak 2,84 juta orang saja.

Jumlah tersebut turun 1,29% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya (semester I-2018). BPS mencatat dari 15,81 juta orang Wisman,  yang datang ke Indonesia pada tahun itu, ada 6,07 juta orang Wisman yang berkunjung ke bali.

Itu artinya hampir 40% dari total Wisman yang melakukan perjalanan ke Indonesia menjadikan Bali sebagai destinasi utama. Kala pariwisata di Bali mengalami kontraksi, maka sudah pasti akan berdampak signifikan terhadap industri pariwisata Nasional secara keseluruhan.

Kondisi ini mengharuskan pemerintah melakukan langkah-langkah antisipatif dengan membuka destinasi wisata baru,  selain Provinsi Bali. Upaya untuk mendongkrak pendapatan melalui sector pariwisata terus diupayakan oleh pemerintah pusat maupun daerah.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebutkan, bahwa sektor pariwisata harus menjadi motor penggerak perekonomian di tengah gejolak ekonomi global.

Menurut presiden, pariwisata bisa menjadi motor peningkatan devisa dan memberikan multiplier effect, serta mendorong laju pertumbuhan ekonomi dan daerah. Dia menekankan, upaya pengembangan empat destinasi wisata prioritas harus segera dilakukan.

Empat destinasi wisata tersebut, yakni Danau Toba, Sumatera Utara, Mandalika, Nusa Tenggara Barat, Labuan Bajo Nusa Tenggara Timur, dan Borobudur, Yogyakarta. (Red 01/Wis)

Related posts