leonews.co.id
artikel untuk leo Kabar 34 Provinsi

Memutar Perekonomian Masyarakat, Pemkot Tangerang Izinkan Ojol Mengangkut Penumpang

sumber foto CNNBanten

KOTA TANGERANG (leonews.co.id) – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang memutuskan untuk mengizinkan kembali ojek online (ojol) mengangkut penumpang. Pertimbangan tersebut, sebagai salah satu upaya Kota Tangerang untuk memutar kembali roda perekonomian masyarakat di tingkat bawah akibat dampak Covid 19.

Walikota Tangerang Arief R Wismansyah mengatakan, dengan dibukanya kembali izin mengangkut penumpang untuk ojol diharapkan bisa memperbaiki ekonomi para pengemudi yang ikut terdampak Covid-19. “Kami menyadari akibat covid 19 ini, sangat mempengaruhi seluruh sektor perekonomian,” tutur Arief.

Menurut Arief, ojol, sebagai salah satu sektor pendapatan masyarakat untuk menyambung hidup perlu dicarikan solusi dari keterbatasan ruang geraknya akibat Covid 19 ini. “Itulah sebabnya pihak Pemkot Tangerang mengizinkan agar ojol bisa operasi kembali,” katanya.

Kendati demikian kata Arief, demi kebaikan bersama, pihak Pemerintah Kota Tangerang tetap akan memberikan sanksi tegas bagi pelanggar protokol kesehatan yang sudah ditetapkan.

Disebutkannya, Pemerintah Kota Tangerang sudah menerbitkan Peraturan Walikota (Perwal) Tentang Perubahan ke Lima Atas Peraturan Walikota Nomor 17 Tahun 2020 tentang pelaksanaan PSBB dalam penanganan Corona di Kota Tangerang. Salah satunya ditegaskan dalam Perwal itu, bahwa pihak operator ojek online wajib membina para mitranya untuk mematuhi protokol kesehatan.

Perwal yang diterbitkan pada 27 Juli 2020 tersebut menegaskan, dalam rangka menunjang oprasional ojeg oinline, pihak operator wajib membina para mitaranya untuk mematuhi protokol kesehatan. Bila pihak operator lalai melakukan pembinaan sehingga terjadi pelanggaran Protokol Kesehatan yang bersifat masif, maka pihak Walikota mengusulkan pencabutan izin operasional pelayanan angkuatan online kepada Gubernur.

“Jadi kalau yang tidak mematuhi kita stop. Kita laporkan ke operator dan ke gubernur. Selanjutnya menerapkan sangsi sesuai dengan yang tertuang dalam Perwal dimaksud. Komitmennya protokol Kesehatan harus diutamakan,” tegas Arief.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang Wahyudi Iskandar mengatakan, pengemudi ojol dan operatornya diharapkan dapat memahami kelonggaran dan ketentuan ini. “Kami dari dinas perhubungan Kota Tangerang, meminta agar semua pihak mematuhi ketentuan tersebut,” katanya.

Pertama, perusahaan aplikasi diminta menyediakan pos kesehatan di beberapa tempat dengan menyediakan disinfektan, sanitizer dan pengukur suhu. Kedua, perusahaan aplikasi wajib menyediakan penyekat antara penumpang dengan pengemudi.

Ketiga, perusahaan aplikasi diminta untuk menyediakan tutup kepala (haircap) jika helm yang digunkan penumpang adalah dari pengemudi. Keempat, penumpang disarankan membawa helm sendiri dan melaksanakan protokol kesehatan lainnya. Kelima pengemudi menggunakan helm full face, masker, sarung tangan, jaket lengan panjang dan hand sanitizer.

Keenam, pengemudi diminta menjalani rapid test dengan hasil non-reaktif yang dibuktikan dengan Surat Keterangan dari instansi atau lembaga yang berwenang.

Diperoleh catatan ada 28.000 Ojol di Tangerang Raya, yakni di Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang. Mereka ini, terdiri dari berbagai operator ojol di perusahaannya masing-masing.

Khusus Kendaraan Umum

Mantan Kabag Humas Pemkot Kota Tangerang ini juga menyebutkan, Selain tentang Ojol, dalam Perwal Walikota Tangerang itu juga disebutkan Mengenai kendaraan umum.

“Pertama bahwa awak kendaraan dan penumpang angkutan umum wajib menerapkan dan mematuhi protokol kesehatan. Kepada pengemudi, diharuskan tidak melakukan perjalanan jika dalem kondisi tidak sehat, mengunakan masker, mencuci tangan dengan sabun/hand sanitizer dan menjaga jarak selama perjalanan,” tuturnya.

Ditambahkannya, para awak angkutan umum harus melakukan pembatasan jumlah penumpang yang diangkut dengan 70 persen dan menjaga jarak antar penumpang. Kepada Operator Angkutan Daring, wajib membina para mitra untuk menerapkan dan mematuhi protokol kesehatan.

Sedangkan kepada Operator Angkutan Penumpang Umum dan Pool/Agen, lanjut Wahyudi, diharuskan kepadanya untuk melakukan pelayanan menjual tiket secara daring (Online) atau transaksi non tunai (Cashless), mensterilisasi kendaraan dengan melakukan penyemprotan disinfektan di bagian dalam dan luar kendaraan. Memastikan awak kendaraan dan penumpang mematuhi dan menerapkan protokol kesehatan, menerapkan jaga jarak fisik (physical distancing), menurunkan penumpang pada tempat yang telah ditentukan. (ADV / Nasri)

Related posts