leonews.co.id
Kabar 32 Polda

Polda Banten Luncurkan “Vaksinasi Dijajapkeun Ka Bumi”

Share this article

SERANG (leonews.co.id) — Kepolisian Daerah (Polda) Banten meluncurkan program Go-vaksin sebagai layanan vaksinasi langsung ke rumah-rumah *(vaksin dijajapekeun ka bumi)* bagi warga berusia di atas 50 tahun.

“Selain itu, layanan jemput bola ini juga diperuntukkan bagi mereka yang berprofesi *pendidik* dan yang bekerja di *pelayanan publik*. Mereka boleh aktif meminta vaksinasi lewat nomor telepon gratis 110,” demikian Kapolda Banten, Irjen Pok. Dr. Rudy Heriyanto Adi Nugroho dalam sosialisasi melalui media mulai hari ini, Sabtu (12/6/21).

Sebagaimana diketahui, vaksinasi bertujuan untuk membangkitkan imun (kekebalan) tubuh, membentuk “herd imunity” (kekebalan kelompok), dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Dengan vaksinasi layanan “jemput bola” ke rumah-rumah, Kapolda Banten berharap target nasional vaksinasi bagi warga dapat tercapai lebih cepat dan kekebalan setiap warga terhadap Covid-19 lebih cepat meningkat.

Akan tetapi, Kapolda Irjen Rudy tak henti-hentinya mengingatkan masyarakat, meski sudah dua kali vaksinasi tetap harus konsisten menerapkan protokol kesehatan.

“Tetap harus gunakan masker, rajin cuci tangan, asupan makanan bergizi dan jaga jaga jarak perorangan agar tidak menciptakan kerumunan manusia,” Kapolda Irjen Rudy mengingatkan lagi.

Melengkapi penjelasan Kapolda, Kabid Humas Kombesa Pol Edy Sumardi Priadinata, S.I.K., M.H. mengatakan, masyarakat dapat meminta vaksinasi layanan ke rumah melalui telepon gratis nomor 110 yang bisa dimanfaatkan untuk Go Vaksin bagi warga usia di atas 50 tahun, pendidik, dan pekerja di bidang pelayanan publik.

Dalam memberikan pelayanan vaksinasi, ungkap Kombes Edy, Polda bekerja sama dengan TNI tenaga kesehatan (nakes) Pemerintah Daerah setempat.

Saat ini, Polda Banten sudah menerima sebanyak 129.798 dosis vaksin untuk warga penerima vaksinasi.

Kata Kombes Edy, bhabinkamtibmas sebagai tracer terus dikerahkan bekerja sama dengan Babinsa dan Kepala Desa untuk melakukan penelufsuran (tracing) bagi warga yang belum diivaksinasi di daerah tugas masing-masing. (Edy/bidhumas)


Share this article

Related posts