leonews.co.id
Headline

Banjir Bandang Lebak Menewaskan 12 Orang

LEBAK (leonews.co.id) – Hujan yang turun sangat deras pada 1 Januari dan dilanjutkan dengan intensitas sedang pada hari berikutnya di wilayah Provinsi Banten, menyisakan banyak peristiwa memilukan yang diakibatkan banjir dan tanah longsor. Sebagian dari korban terdampak peristiwa itu, ada yang kehilangan harta benda, tempat tinggal, bahkan termasuk juga kehilangan anggota keluarga.

Dilaporkan hampir semua daerah di delapan kabupaten kota se-Banten terkena dampak banjir yang berbentuk musibah. Sejumlah catatan meneybutkan, daerah terparah yang terkena dampak banjir terjadi di wilayah Kabupatenb Lebak dan Kabupaten Pandeglang.

Dua daerah ini, disebutkan sebagian warganya tidak saja kehilangan tempat tinggal dan harta, namun juga kehilangan anggota keluarga karena terseret arus dan tertimbun longsoran tanah yang sudah bercampur dengan air bah.

Posko bencana mencatat, untuk wilayah Kabupaten Lebak, bencana itu telah mengakibatkan 20 orang tewas terseret air dan tertimbun longsor serta dua orang belum ditemukan. Peristiwa yang meluluh lantakan sebagian besar  isi kampung di enam kecamatan tersebut, juga mengakibatkan sejumlah warga  ada yang h terperangkap dalam situasi ketakutan karena masih di kelilingi banjir dan lumpur.

Lebak – Hari ke-lima pasca bencana banjir bandang di Lebak masih ada beberapa daerah terisolir yang belum dapat di lalui oleh kendaraan.

Banjir bandang yang menyebabkan rusaknya infrastruktur ini menjadi kendala untuk mengevakuasi warga dan pendistribusian logistik.

Kapolda Banten Irjen Pol Tomsi Tohir  melalui Karo Ops Kombes Pol Aminudin Roemtaat mengatakan bahwa masih ada masyarakat yang terisolir  terperangkap dalam lingkaran banjir. “Masih ada daerah terisolir yang belum bisa di lalui oleh kendaraan, jadi pendistribusian logistik kami lakukan lewat jalur udara,” kata Aminudin disela-sela pengiriman bantuan korban banjir  ke daerah Kampung Muhara, Desa Ciladaen, Kecamatan Lebak Gedong, Kab.Lebak, Minggu (04/01/2020).

Bantuan yang diberikan oleh pihak Polda Banten dikirimkan menggunakan Helikopter, ke enam tempat daerah yang terisolir tanpa mendarat.  “Hari ini TNI, Polri dibantu oleh Polairud kita akan mencoba untuk menerbangkan sembako kesana, walaupun disana tidak ada titik darat jadi hanya mengapung,” kata Tomsi Tohir , saat memeriksa logistik yang akan dikirim bagi korban banjir tersebut.

Sebelumnya pihak Polda Banten juga mengirimkan ratusan anggota Brimob yang bergabung dengan TNI dan Basarnas untuk melakukan evakuasi terhadap korban banjir. Kepala Bidang Humas Polda Banten, Kombes Edy Sumardi Priadinata, menjelaskan, terdapat enam kecamatan dan 27 Desa terendam banjir di wilayah Kabupaten Lebak.

Gubernur Banten Wahidin Halim menegaskan bahwa seluruh korban bencana banjir bandang dan tanah longsor di Provinsi Banten harus mendapatkan pelayanan, terutama layanan kesehatan. Untuk kepentinga itu, pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten melalui Dinas Kesehatan telah membentuk 11 Posko Kesehatan di lokasi pengungsian.

Hingga hari Sabtu (5/01/2020) korban banjir yang telah mendapatkan layanan kesehatan di Posko Kesehatan Dinkes Pemprov Banten mencapai 6.111 orang. Korban tersebar di   Kabupaten Lebak 2.909 orang, Kabupaten Tangerang 1.836 orang, Kota Tangerang Selatan 604 orang, Kota Tangerang 465 orang  dan Kabupaten Serang 297 orang.

Kasus terbanyak yang melanda korban banjir yakni dermatitis (1.530 orang), ISPA (1.191), Febris (853), Gastritis (696), Myalgia (655), Hipertensi (433), Cephalgia (300), GE/Diare (179), serta Dispepsia (141). Sedangkan kasus-kasus lainnya di bawah 50 orang.

Sedangkan  korban jiwa atau hilang yang sudah dilaporkan mencapai 12 orang. Di Kabupaten Lebak korban meninggal 8 jiwa. Dilaporkan hilang 1 jiwa. Di Kota Tangerang korban jiwa mencapai 3 orang.

Untuk korban yang dirujuk ke rumah sakit, mencapai 27 kasus. Kota Tangerang Selatan 3 orang, Kota Tangerang 22 orang, dan Kabupaten Lebak 2 orang.

Posko Layanan Kesehatan Dinkes Pemprov Banten tersebar pada 5 kabupaten kota.  Di Kabupaten Lebak, ada 7 Posko Layanan Kesehatan. Di Kecamatan Sajira Posko berdiri di Gedung PGRI Kecamatan Sajira, Kampung Nangela Desa Calung Bungur, dan Desa Bngur Mekar.

Di Kecamatan Cimarga berada di Kampung Kadu Luhur Desa Tambak. Sedangkan di Kecamatan Lebak Gedong berada di Gedun Serba Guna Desa  Banjar Irigas, Kampung Bojong Sarung Desa Lebak Gedong, dan Kampung Muhara Desa Ciladuen.

Di Kota Tangerang Selatan: Perum Sekneg Nusa Indah, Perum Pesona Serpong, dan Kampung Bolok Pondok Aren. Kota Tangerang di Ciledug Indah PCI 1 dan Jl Haji Djiran No 1 Pinang, Kediaman pribadi Gubernur Wahidin Halim.

Di Kabupaten Tangerang di Airport City Desa Teluk Naga. Sedangkan di abupaten Serang, Posko Layanan Kesehatan berada di Kampung Nangung dan Kopo.

Wahidin Halim menjelaskan, untuk jembatan provinsi yang putus akan dibangun jembatan sementara. Sedangkan  untuk pembanguna kembali jembatan gantung yang terputus  sedang dibahas secara intensif bersama sama dengan bupati dan walikota. (Red 01)

Related posts