leonews.co.id
Gaya Hidup Parlementaria

Baznas Provinsi Banten

Share this article

PIMPINAN DI MATA PELAKSANA
BAZNAS PROVINSI BANTEN
Oleh : Muttaqin
Pelaksana BAZNAS Provinsi Banten

Setiap dan semua organisasi apapun jenisnya pasti memiliki dan memerlukan seorang pimpinan tertinggi (pimpinan puncak/top manajer), kepemimpinan (leadership) adalah suatu keharusan bagi organisasi sebagai bentuk satu kesatuan dalam menjalankan tugas dan fungsinya organisasi.

BAZNAS Provinsi Banten merupakan organisasi sosial dalam bidang pengelolaan zakat sebagaimana amanat Undang-Undang No. 23 Tahun 2011 yang dipimpin oleh orang-orang pilihan sesuai dengan mekanisme Perbaznas No. 1 Tahun 2019 tentang Tata Cara Pengangkatan dan Pemberhentian Pimpinan BAZNAS Provinsi dan Pimpinan BAZNAS Kabupaten/Kota.

Berdasarkan SK. Gubernur No. 458/Kep.446-Huk/2015, Tanggal 01 Oktober 2015 Pimpinan BAZNAS Provinsi Banten masa bakti 2015-2020 sebanyak 5 (lima) orang terdiri atas Ketua : Prof. Dr. H. Suparman Usman, S.H., Wakil Ketua I : Prof. Dr. H. E. Syibli Syarjaya, L.M.L., M.M. (Bidang Pengumpulan), Wakil Ketua II : Drs. H. Moh. Suhri Ustman, M.M.Pd. (Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan), Wakil Ketua III : Drs. H. Humaedi (Bagian Perencanaan, Keuangan dan Pelaporan), Wakil Ketua IV : H. Zaenal Abidin Syuja’i, Lc. (Bagian Administrasi, Sumber Daya Manusia dan Umum).

Seiring berjalannya waktu, masa bakti kelima Pimpinan tersebut tidak terasa sudah berakhir pada tanggal 01 Oktober 2020 yll., namun pada tanggal tersebut pimpinan yang baru belum terbentuk. Untuk tetap berjalan dalam pengelolaan zakat BAZNAS Provinsi Banten sebagaimana tugas dan fungsinya, melalui Panitia Seleksi (Pansel), kelima Pimpinan tersebut diperpanjang oleh Gubernur sampai dengan dilantiknya Pimpinan yang baru.

Proses yang panjang melalui Pansel Pemilihan Pimpinan BAZNAS Provinsi Banten sesuai dengan Perbaznas No. 1 Tahun 2019 tersebut, tepatnya di rumah dinas Gubernur Banten pada tanggal 16 Desember 2020 telah dilaksanakan Pelantikan Pimpinan yang baru oleh Gubernur Banten. Pada saat itulah kelima pimpinan yang lama tersebut berakhir dan digantikan oleh Pimpinan yang baru.

Selang beberapa hari setelah pelantikan. Senin, 21 Desember 2020 di Sekretariat BAZNAS Provisnsi Banten telah dilaksanakan acara temu pisah antara Pimpinan lama dan Pimpinan baru. Dalam acara temu pisah tersebut yaitu sebagai bentuk penghormatan dan juga sebagai pengenalan berbagi pengalaman dalam pengelolan zakat BAZNAS Provinsi Banten dari Pimpinan lama kepada Pimpinan baru.

H. Suparman Usman sebagai Ketua BAZNAS Provinsi Banten Periode 2015-2020, mewakili pimpinan lama pada acara temu pisah menyampaikan kepada Pimpinan baru terutama kepada Pelaksana, bahwa dalam setiap pertemuan pasti ada perpisahan, namun perpisahan ini bukan berarti kita untuk tidak bertemu selamanya, melainkan kita semua akan dipertemukan dalam tugas dan jabatan yang berbeda. Beliau berpesan bahwa kita semua adalah saudara, maka dari itu silaturahim harus tetap dijaga dan dipelihara, baik melalui komunikasi dan pertemuan dengan tugas yang berbeda, namun punya tujuan yang sama, yaitu sebagai makhluk sosial yang bisa membantu satu sama lain dalam menghadirkan sebuah kehidupan umat yang sejahtera dan bermartabat. Mudah-mudahan kita semua diberikan umur panjang oleh Allah Swt. Tuhan Yang Maha Esa dan bisa memberikan manfaat bagi orang lain.

Selanjutnya beliau juga mengucapkan selamat kepada Pimpinan baru, semoga dalam kepemimpinannya BAZNAS Provinsi Banten ke depan bisa menjadi lebih baik lagi dan maju sebagai lembaga pengelola zakat yang penuh dengan prestasi dan kredibel.

Sementara H. E. Syibli Syarjaya sebagai Ketua BAZNAS Provinsi Banten Periode 2020-2025 mewakili pimpinan baru menyampaikan dalam kesempatan acara temu pisah tersebut, bahwa tidak ada kata lain selain kami menobatkan kepada Bapak H. Suparman Usman adalah “Bapak Zakat di Provinsi Banten”, secara pemahaman beliau mengenai perzakatan baik dari sisi hukum positif atau syara sangatlah menguasi, sebagaimana beliau sudah mendokumentasikan perjalanannya selama 26 tahun mengabdi menjadi pengelola zakat sejak undang-undang No. 38/1998 sampai keluarnya undang-undang No. 23/2011 dan menyusul peraturan-peraturan lain sampai dengan sekarang tentang Pengelolaan Zakat yang sudah terdokumentasikan oleh beliau dalam bentuk buku.
Pada saat ini BAZNAS Provinsi Banten memasuki usia 18 tahun.

BAZNAS Banten lahir tahun 2002, selama 18 tahun telah banyak yang sudah dilakukan sebagai amanat undang-undang untuk melaksanakan pengelolaan zakat di Banten. Pimpinan BAZNAS Provinsi Banten periode 2015-2020 sudah berakhir dan saat ini sudah ada Pimpinan yang baru.

Alhamdulillah berkat Pimpinan periode 2015-2020 keberadaan BAZNAS Provinsi Banten dalam pengumpulan dana zakat, infak dan sedekah (ZIS) yang diterima pada setiap tahunnya meningkat. Tahun 2015 Rp. 2.513.666.232,- dan pada tahun 2019 Rp. 17.864.559.707,-. Sebagian besar dana tersebut telah disalurkan dengan berbagai bentuk program yang terangkum dalam 5 garis besar Bidang yaitu Bidang Ekonomi, Bidang Pendidikan, Bidang Kesehatan, Bidang Kemanusiaan, Bidang Dakwah dan Advokasi yang kesemuanya merupakan pengembangan bentuk dari asnaf-asnaf penerima zakat sebagaimana termaktub dalam Q.S. at-Taubah ayat 60. Melalui 5 program bidang tersebut sudah bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat (mustahik).

KEBERHASILAN, TANTANGAN DAN SISA PEKERJAAN (dikutip dari Buku Prof. Dr. H. Suparman Usman, S.H. ”Memori 26 Tahun Sebagai Amil Zakat”)
Salah satu keberhasilan sebagai amilin dalam pengelolaan Zakat, Infak dan Sedekah (ZIS) sehingga mencapai kepada prestasi yaitu dengan adanya kebersamaan dan kekompakan yang selalu mendapatkan pengawasan dan pembinaan dari kelima Pimpinan lama tersebut adalah dengan mendapatkan prestasi sebagai Pengelola Zakat Terbaik Tingkat Nasinal. Penghargaan diberikan oleh Menteri Agama tahun 2015, Begitu juga penghargaan diberikan kepada Gubernur Banten selaku Kepala Daerah Yang Peduli Kepada Pengelolaan Zakat sebanyak tiga kali berturut-turut yaitu pada tahun 2017, 2018 dan 2019.

Selain beberapa keberhasilan yang telah diraih oleh BAZNAS Banten, namun juga banyak tantangan dan sisa pekerjaan yang harus terus dihadapi dan harus diselesaikan oleh BAZNAS Banten.

Beberapa tantangan yang dihadapi dan sisa pekerjaan BAZNAS Banten yang harus terus diselesaikan antara lain : 1) Meningkatkan kualitas integritas, loyalitas dan profesionalitas serta kebersamaan seluruh pimpinan dan pelaksana sebagai amilin, yang merupakan modal utama untuk mendapatkan kepercayaan dari masyarakat dan pemerintah. 2) Menyempurnakan berbagai produk regulasi, seperti uraian tugas (job description) masing-masing bidang dan bagian serta SOP untuk persiapan mendapatkan Penghargaan ISO. 3) Menyempurnakan kode etik amilin. 4) Membenahi gedung kantor untuk terus dilengkapi dengan fasilitas yang memadai. 5) Menyelesaikan dokumen-dokumen tanah wakaf dan mengoptimalkan pemanfaatan tanah wakaf. 6) Dengan semakin meningkatnya volume pekerjaan pengelolaan zakat, maka pada masa yang akan datang penerimaan imbalan bagi para amilin perlu terus ditingkatkan. 7) Di antara tantangan bagi peningkatan kuantitas dan kualitas keberhasilan pengelolaan zakat adalah kerelaan amilin dalam bertugas sebagai bentuk dedikasi dan ibadah kita terhadap yang maha kuasa Allah Swt.

Masih banyak juga mustahik lain yang belum merasakan manfaat zakat. Hal ini dilakukan paling tidak karena tiga hal : Pertama, masih banyak muzaki yang belum menyalurkan zakatnya kepada amilin. Kedua, pelaksanaan pendistribusian zakat oleh amilin dalam beberapa kegiatan masih belum optimal dan Ketiga, sebagian amilin masih banyak yang belum professional dan kurang memahami perundang-undangan zakat di Indonesia.

Untuk mengatasi tiga hal tersebut maka marilah kita terus melakukan sosialisasi pengelolaan zakat agar penunaian zakat kepada amilin (bukan kepada perorangan). Selanjutnya marilah kita sebagai amilin mengoptimalkan pendistribusian dan pendayagunaan zakat tersebut, agar zakat benar-benar bisa membahagiakan seluruh umat terutama mustahik.

PIMPINAN DI MATA PELAKSANA
Pimpinan lama (periode 2015-2020) bukan hanya sekedar pimpinan BAZNAS, namun menurut kami “Pelaksana”, beliau-beliau ini adalah orang tua, guru, dan juga sebagai tokoh intelektual, tokoh teknokrat, tokoh ulama inspiratif dan tokoh manajerial tangguh, yang selalu mengedepankan dan menjungjung tinggi nilai-nilai kebersamaan. Selama masa periodenya sudah banyak pituah-pituah keilmuan yang diberikan kepada kami, sehingga kami seakan-akan terbius untuk selalu berfikir dan bersikap dalam kekuatan yang berpegang teguh kepada nilai-nilai persaudaraan dan kekeluargaan ketika melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai amil dengan penuh rasa tanggungjawab dan disiplin sesuai dengan bidangnya masing-masing.

Kami berharap para pimpinan lama ini selalu istiqomal dalam ketokohannya, terutama ketokohan ulamanya yang sudah melekat. Mudah-mudahan beliau-beliau ini menjadi ulama yang tinggal bersama dan memperhatikan kepentingan umat. Ada ungkapan dari K.H. Munawir Syadzaly dibukunya Prof. H. Suparman Usman “Perjalanan 77 Tahun Mengabdi”, ada 5 (lima) golongan ulama : 1) Ulama yang meninggal dunia (wafat), 2) Ulama yang ketinggalan zaman, 3) Ulama yang meninggalkan umat, 4) Ulama yang ditinggalkan oleh umat, 5) Ulama yang tinggal bersama dan memperhatikan kepentingan umat.

Ucapan terima kasih yang bisa kami sampaikan, walaupun sejatinya kami tidak bisa menyampaikan apa-apa, tentunya sudah banyak yang telah kami dapatkan dari para Pimpinan lama, baik keilmuan, wawasan, pengalaman-pengalaman yang sudah membuat kami lebih dewasa lagi dalam menyikapi berbagai hal permasalahan di semua aspek kehidupan baik secara kedinasan, akademis, kemasyarakatan dan perseorangan.

Semoga dengan berakhirnya Pimpinan periode 2015-2020 ini bukan berarti untuk berpisah, Namun melainkan adalah sebuah perpindahan waktu dalam menjalankan tugas sebagai insan yang berpegang teguh kepada prinsip Khiorunnas Anfauhum Linnas (berfastabikul khoirot) yang Insya Allah ini akan menjadi kenangan yang tidak pernah kami lupakan. Ada pepatah arab mengatakan “Perpisahan ini bukanlah untuk berpisah… akan tetapi untuk kerinduan yang mendalam…..” “Janganlah berputus asa wahai hati yang sedang berpisah-sejatinya hati yang berpisah kelak akan kembali.” (di surganya Allah Swt.) Amin.

Kami atas nama Pelaksana BAZNAS Provinsi Banten mengucapkan terima kasih kepada Pimpinan lama (periode 2015-2020) yang sudah bersedia menjadi orang tua kami, guru kami yang sudah membimbing, memotivasi dan memberikan kepercayaan serta kesempatan kepada kami untuk menjadi murid dan pegawai BAZNAS Provinsi Banten, sehingga kami mempunyai kepiawaian dalam bekerja sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Kami juga mengucapkan permohonan maaf, kerena selama kami bekerja belum begitu menunjukan sebuah keberhasilan dalam melaksanakan tugas sebagai amil yang professional.

Ucapan selamat kami sampaikan kepada Pimpinan baru BAZNAS Provinsi Banten periode 2020-2025, semoga BAZNAS Provinsi Banten ke depan dengan Pimpinan yang baru, dapat lebih baik lagi dalam melayani para mustahik maupun muzakki dan akan terus meningkat tentunya dengan dukungan dari berbagai pihak. Kita semua berdo’a mudah-mudahan kita sebagai Amilin diberi kekuatan dan petunjuk oleh Allah Swt dalam melaksanakan tugas pengelolaan zakat tersebut dengan amanah dan professional.

Terakhir pesan dari pimpinan lama yang akan selalu kami ingat, bahwa kunci keberhasilan adalah keikhlasan, kesungguhan dan kebersamaan.
Serang, 23 Desember 2020


Share this article

Related posts